SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Sebanyak 166 satuan PAUD di Surabaya mengikuti Lomba Asah Terampil bertema Sampah Rumahku, Karya Ceriaku di Convention Hall Surabaya, Selasa (29/9). Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memanfaatkan barang bekas seperti kardus, plastik, dan CD menjadi karya serta alat permainan edukatif, sekaligus belajar peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Kegiatan yang digelar Pemkot Surabaya bersama Bunda PAUD Surabaya tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kepedulian lingkungan melalui proses belajar yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya melihat sampah sebagai benda yang harus dibuang, tetapi juga belajar bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan kembali.
Bunda PAUD Surabaya Rini Indriyani mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan perlu dikenalkan sejak anak masih kecil. Menurutnya, pendidikan tentang sampah tidak harus menunggu anak memasuki jenjang sekolah dasar atau menengah.
“Anak-anak PAUD juga harus dilatih mulai usia dini bagaimana peduli terhadap lingkungan. Minimal mereka tahu membuang sampah pada tempatnya, kemudian mengenal sampah basah dan sampah kering,” kata Bunda Rini.
Menurutnya, hal terpenting dari kegiatan tersebut bukan hanya hasil karya yang dihasilkan, tetapi proses yang dijalani anak-anak. Mulai dari memilih bahan, memilah barang bekas, bekerja sama dengan teman, hingga mencoba kembali ketika mengalami kegagalan menjadi bagian dari pembelajaran.
“Ketika dia gagal, ketika dia salah, dia mau mencoba lagi. Harapan kami, proses ini menjadi pembelajaran bagaimana dia menjadi anak yang tegar dan mau berusaha,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya M. Fikser mengatakan, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme satuan PAUD terhadap kegiatan edukasi lingkungan. “Kuota kita sebenarnya 100, tetapi karena antusiasme Bunda PAUD, kami tidak mungkin menutup atau menunda. Akhirnya kami terima 166,” kata Fikser.
Menurut Fikser, jumlah peserta berpotensi lebih besar apabila waktu pendaftaran dan kapasitas kegiatan diperluas. Karena itu, pihaknya tengah mempertimbangkan pelaksanaan lomba berbasis wilayah pada tahun berikutnya.(*)


