SURABAYAONLINE.CO – Pengurus harian DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bojonegoro mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) DPD IWAPI Provinsi Jawa Timur 2026 di Surabaya, Kamis (24/9/2026).
Rakor tersebut mengusung tema “Sinergi Perempuan Pengusaha Jawa Timur untuk Keberlanjutan UMKM”. Kegiatan menjadi momentum bagi jajaran IWAPI di Jawa Timur untuk memperkuat peran perempuan pengusaha dalam mendukung keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua DPD IWAPI Jawa Timur Susmiati Rahmawati mengatakan, fokus IWAPI Jawa Timur saat ini adalah memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan regional melalui pemberdayaan serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM perempuan.
“Perempuan pengusaha memiliki peran dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga yang pada akhirnya turut berdampak terhadap penguatan perekonomian Jawa Timur,” tegas Susmiati Rahmawati.
Salah satu agenda dalam rakor tersebut yakni seminar bertema “Sinergi Perempuan Pengusaha dan Bank Indonesia Jawa Timur”.
Ketua DPC IWAPI Bojonegoro Sri Artiningsih bersama Wakil Ketua Umum 1 (WKU 1) DPC IWAPI Bojonegoro Sofia Yuni Astuti turut mengikuti seminar tersebut.
Sofia Yuni Astuti yang akrab disapa Mbak Sofi mengaku mendapat banyak pengetahuan dari materi yang disampaikan para pembicara dalam seminar.
Menurut dia, hasil Rakor IWAPI Jawa Timur menjadi acuan bagi DPC IWAPI Bojonegoro untuk semakin mengoptimalkan pemberdayaan pelaku UKM dan UMKM.
“Sesuai arahan dari Ketua IWAPI Jawa Timur Susmiati Rahmawati saat memberikan sambutan Rapat Koordinasi IWAPI Jatim 2026, DPC IWAPI Kabupaten Bojonegoro akan lebih fokus dan mengoptimalkan pemberdayaan di sektor UKM dan UMKM,” tegas Sofi.
Sofi mengatakan, terdapat tiga kebutuhan penting yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan UMKM, yakni pembinaan, pelatihan dan pemasaran.
Menurutnya, ketiga aspek tersebut perlu menjadi perhatian dan prioritas IWAPI ke depan agar pelaku UMKM memiliki kapasitas yang lebih baik sekaligus mampu memperluas pasar.
“Yang dibutuhkan oleh UMKM adalah pembinaan, pelatihan dan pemasaran. Tiga hal tersebut harusnya menjadi perhatian dan prioritas utama IWAPI ke depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku UKM dan UMKM di Kabupaten Bojonegoro memiliki bidang usaha yang beragam. Mulai dari makanan dan minuman, kerajinan, perumahan, konstruksi hingga berbagai sektor usaha potensial lainnya.
Keragaman sektor tersebut dinilai menjadi peluang yang dapat dikembangkan melalui pendampingan dan penguatan kapasitas pelaku usaha.
Sofi berharap kehadiran IWAPI dapat membantu pelaku usaha di Bojonegoro mengoptimalkan potensi bisnisnya sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam mendorong UMKM naik kelas.
“Usai mengikuti Rakor, saya merasa banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang mesti dikerjakan oleh IWAPI Bojonegoro. Saya berharap rekan-rekan pengurus kompak dan bergandengan tangan untuk mewujudkan IWAPI yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Bojonegoro,” pungkas Sofi.


