SURABAYAONLINE.CO – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) 2026.

Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan kapasitas usaha dan meningkatkan pendapatan pengusaha mikro perempuan serta kelompok rentan secara mandiri dan berkelanjutan.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah ingin masyarakat yang berada pada kelompok desil 1-4 memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan usaha yang produktif.

Menurut Maman, pemberdayaan kewirausahaan menjadi salah satu upaya agar masyarakat dapat memperoleh penghasilan secara mandiri dan secara bertahap keluar dari kelompok rentan.

“Kita tidak ingin memelihara atau membuat saudara-saudara kita selalu berada pada posisi tangannya di bawah. Karena itu, mereka kita dorong untuk mulai berusaha, menghasilkan pendapatan secara mandiri, dan naik level melalui program-program pemberdayaan yang ada di Kementerian UMKM,” ujar Maman saat peluncuran Program LAKSMI 2026 bertajuk UMKM Tumbuh, Kuat, dan Berdaya di Surabaya.

Program LAKSMI secara khusus memberikan perhatian kepada perempuan pengusaha mikro. Pendampingan diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mendorong kemandirian ekonomi.

Program LAKSMI merupakan pendampingan usaha secara end-to-end berbasis ekosistem. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha mikro menuju kemandirian sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam peluncuran program di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Yayasan Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation menerima penghargaan apresiasi sebagai kolaborator Program LAKSMI dari Menteri UMKM dan Menteri Sosial.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi kedua lembaga dalam mendukung pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro dan kecil.

Kolaborasi tersebut juga memperkuat pengalaman DBS Foundation dan Mercy Corps Indonesia dalam pemberdayaan pengusaha mikro, khususnya perempuan, melalui pelatihan dan pendampingan inklusif.

Salah satu program yang dijalankan adalah Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation yang dilaksanakan Mercy Corps Indonesia.

Program tersebut berlangsung sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 September 2027 dengan target 40.000 perempuan pemilik atau pengelola UMKM di Kota Medan, Semarang, dan Surabaya.

Hingga Agustus 2026, program telah menjangkau lebih dari 20.000 perempuan melalui pelatihan yang mencakup literasi keuangan, literasi digital, manajemen usaha, pemasaran digital, serta akses terhadap produk dan layanan keuangan.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi DBS Foundation untuk memperkuat pemberdayaan perempuan pelaku UMKM.

“Kami sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan Menteri UMKM dan Menteri Sosial kepada DBS Foundation dan Mercy Corps sebagai kolaborator Program LAKSMI,” ujar Mona.

Menurut dia, pemberdayaan perempuan pelaku UMKM perlu dilakukan melalui penguatan literasi keuangan dan digital serta perluasan inklusi keuangan.

Di Surabaya, pelaksanaan program juga bersinergi dengan berbagai agenda pemberdayaan wirausaha, termasuk Inspirational Talks dalam rangkaian Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar Kementerian UMKM.

Program tersebut melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, komunitas, dan akademisi untuk memperkuat ketahanan keuangan perempuan pelaku UMKM sekaligus memperluas peluang usaha.

Perwakilan Mercy Corps Indonesia mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperluas dampak pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro.

“Apresiasi ini menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi. Kami percaya pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro hanya akan berdampak luas jika dilakukan bersama-sama pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan komunitas,” ujarnya.

Selain pelatihan, Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs membangun ekosistem belajar yang memungkinkan peserta berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan mendapatkan akses pasar.

Pembelajaran dari pelaksanaan program di Medan, Semarang, dan Surabaya selanjutnya akan dirangkum dalam dokumen rekomendasi untuk disampaikan kepada Kementerian UMKM sebagai masukan kebijakan.

Melalui kolaborasi tersebut, Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation menegaskan komitmen untuk terus mendukung perempuan pelaku UMKM agar memiliki ketahanan finansial dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version