SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Pemkot Surabaya terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan yang dapat membuka peluang ekonomi baru. Salah satunya melalui pelatihan perawatan wajah yang dilaksanakan melalui program corporate social responsibility (CSR) Miracle Beauty Clinic.

Pelatihan tersebut menyasar 54 warga Surabaya yang merupakan perwakilan dari 31 kecamatan. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani di Miracle Academy, Jalan Biliton, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Kamis (3/9).

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya TP PKK Kota Surabaya untuk memberikan keterampilan kepada warga agar dapat lebih mandiri secara ekonomi. “Jadi pelatihan tersebut merupakan upaya dari PKK Kota Surabaya dalam memberdayakan masyarakat. Pelatihan kali ini merupakan CSR dari Miracle,” kata Agus Hebi, Jumat (4/9).

Menurutnya, sebanyak 54 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut sebelumnya telah melalui proses seleksi. Awalnya terdapat sekitar 98 calon peserta, kemudian dilakukan kurasi dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria, termasuk usia peserta.

“Awalnya peserta sekitar 98 orang, terus dikurasi, karena memang dipilih yang muda-muda, untuk dikursuskan mengikuti pelatihan perawatan wajah. Nanti diharapkan mereka bisa mandiri untuk bisa mendapatkan pendapatan,” tutur Hebi.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis-Sabtu (3-5/9). Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga batch dengan masing-masing batch terdiri dari 18 peserta. “Jadi ada tiga batch. Setiap satu batch terdiri dari 18 orang,” imbuhnya.

Hebi juga menjelaskan bentuk materi yang diberikan berfokus pada keterampilan perawatan wajah, bukan sekadar tata rias. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan kulit wajah hingga teknik totok wajah. “Pelatihannya berupa perawatan wajah, seperti totok wajah untuk kesehatan kulit, dan sebagainya. Jadi, bukan seperti makeup artist (MUA),” ungkap dia.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti keterampilan yang telah mereka kuasai. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu modal bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan yang diperoleh. “Pastinya mendapat sertifikat. Karena itu untuk membuktikan bahwa dia sudah terampil,” kata Hebi.

Selain membuka peluang bagi peserta untuk memperoleh penghasilan secara mandiri, keterampilan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan di lingkungan perangkat daerah (PD) Pemkot Surabaya maupun Dharma Wanita.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version