SURABAYAONLINE.CO, Sidoarjo  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk para santri yang diduga korban keracunan di RSI Siti Hajar di Kabupaten Sidoarjo, Kamis (3/9).  Satu per satu, Gubernur Khofifah mengecek kondisi para pasien yang tengah menjalani perawatan. Lewat dialog tersebut, ia memastikan para korban mendapatkan penanganan terbaik.

Kepada seluruh korban baik yang mendapatkan perawatan di rumah sakit, fasilitas kesehatan lainnya maupun di pesantren Gubernur mendoakan agar semua kembali sehat. Dan kepada pihak-pihak yang telah memberikan perawatan para korban, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. “Anak-anak yang dirawat juga mudah-mudahan terus sehat. Semua rumah sakit yang memberikan penanganan kami menyampaikan terima kasih,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengajak semua pihak untuk terus berbenah dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ditegaskannya, program inisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut sejatinya memiliki tujuan yang sangat strategis untuk memperbaiki kualitas gizi generasi penerus bangsa melalui penyediaan makanan bergizi pada siswa dan juga santri.

“Jadi memang kita harus terus berbenah. Semua lini harus melakukan monitoring dan pengawasan sekaligus merekomendasikan tidak hanya kepada BGN tetapi juga kepada SPPG setempat,” kata Gubernur Khofifah.

Ia menyampaikan, dalam implementasinya, program prioritas nasional ini memang membutuhkan pengelolaan manajemen dan pengawasan yang cermat. Mulai dari bahan makanan yang digunakan hingga tersaji kepada penerima manfaat.

Pemilihan bahan makanan, pengolahan, distribusi hingga tersaji pada penerima manfaat harus dilakukan perhitungan yang tepat agar makanan tetap dalam kondisi yang aman dan sehat saat dikonsumsi. “Ini kasusnya dimasak bersama dengan format yang sama. Yang pengirimannya relatif lebih awal itu aman. Tapi yang pengirimannya terlambat ini yang kemudian menjadikan masalah,” ungkapnya.

Perbedaan waktu distribusi bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya masalah. Hal ini karena setiap makanan yang dimasak juga memiliki batas waktu konsumsi yang aman. “Bedanya adalah pada masa pengiriman dari SPPG itu ke titik penerima manfaat. Jadi kalau selesai dimasak jam 05.00 WIB, kemudian jam 07.00 WIB diantar, jam 10.00 WIB sudah bisa dimanfaatkan oleh penerima manfaat ini semua aman,” katanya.

Sementara itu, Priani (43), ibu dari salah satu pasien atas nama Muhammad Zaidan Maulana, kelas XII Madrasah Aliyah, menyampaikan terima kasih dan bahagia atas perhatian yang diberikan Gubernur Khofifah kepada putranya. Ia berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terjadi kembali.

“Alhamdulillaah saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatiannya terhadap anak-anak yang tertimpa musibah. Senanglah kami dapat perhatian dari pemimpin Jawa Timur. Mudah-mudahan jangan terulang lagi, ini yang terakhir,” ucapnya. (dan)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version