Surabayaonline.co, – SAMPANG, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes & KB) meluncurkan program Pelayanan KB Serentak Gratis Se-Kabupaten Sampang. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia yang berlangsung mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026.

“Merencanakan keluarga adalah kunci mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan sejahtera. Melalui program KB, kita tidak hanya menjaga kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencegah stunting serta membina Generasi Emas yang cerdas di Kabupaten Sampang,” ujar dr. Dwi Herlinda.

Plt. Kepala Dinkes & KB Kabupaten Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, mengimbau seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momen ini guna merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang.

“Merencanakan keluarga adalah kunci mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan sejahtera. Melalui program KB, kita tidak hanya menjaga kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencegah stunting serta membina Generasi Emas yang cerdas di Kabupaten Sampang,” ujar dr. Dwi Herlinda.

Program pelayanan ini berfokus pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) serta layanan KB Pasca-Persalinan. Seluruh masyarakat Sampang dapat mengakses layanan ini secara gratis di Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat maupun melalui koordinasi dengan Penyuluh KB di wilayah domisili masing-masing.

Langkah ini dilaksanakan melalui sinergi berkelanjutan antara Dinkes & KB Kabupaten Sampang (Bidang Pengendalian Penduduk dan KB) dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN serta Kementerian Kesehatan RI.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB (Dalduk dan KB) Dinkes Sampang, Zahruddin, menegaskan bahwa esensi utama dari gerakan serentak ini bukan sebatas pemenuhan target administratif atau capaian kuantitatif di atas kertas.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB (Dalduk dan KB) Dinkes Sampang, Zahruddin, Saat dikonfirmasi di Ruang Kerjanya.

“Tujuan utama program KB adalah membentuk keluarga yang kecil, sehat, dan sejahtera melalui pengaturan jumlah serta jarak kehamilan yang ideal,” terang Zahruddin.

Zahruddin menambahkan, terdapat empat pilar utama dari pelaksanaan program KB yang ingin dicapai Pemkab Sampang, yakni:

Pengendalian penduduk, maksudnya menyeimbangkan laju pertumbuhan penduduk dengan daya dukung daerah agar lebih ideal.

Kedua pengaturan kelahiran, yaitu Membantu pasangan usia subur menunda kehamilan pertama, mengatur jarak antar kelahiran, dan merencanakan jumlah anak secara bijak.

Ketiga peningkatan kesehatan, dengan upaya mengurangi angka kematian ibu dan bayi akibat risiko kehamilan yang tidak terencana.

Terakhir peningkatan kualitas keluarga, dimana memastikan setiap anak mendapatkan perhatian, asupan gizi yang cukup, dan pendidikan yang layak.

Melalui kemudahan akses layanan di seluruh faskes dan pendampingan aktif para penyuluh, Pemkab Sampang berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya perencanaan keluarga demi masa depan daerah yang lebih sejahtera. (Yat/F-R)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version