SURABAYAONLINE.CO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan kolaborasi antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperluas pasar produk kerajinan daerah.
Khofifah menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Rabu (12/8/2026).
Kunjungan dilakukan setelah Khofifah menghadiri Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kalimantan Barat. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah disambut Ketua Dekranasda Kalbar Ny. Erlina Norsan dan Wakil Ketua Dekranasda Kalbar Ny. Donata Dirasig Krisantus.
Khofifah menilai produk UMKM Kalbar memiliki kekuatan budaya sekaligus potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk menembus pasar nasional maupun internasional.
“Produk-produk UMKM Kalbar ini banyak yang memiliki kekuatan budaya sekaligus potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk memperluas pasar, baik tingkat nasional maupun internasional,” kata Khofifah.
Saat berkunjung ke Dekranasda Kalbar, Khofifah meninjau sejumlah produk unggulan daerah. Produk tersebut antara lain anyaman rotan, kain tenun ikat, tenun sidan, kain cual, songket, tas, hingga kerajinan manik-manik Dayak.
Menurut Khofifah, kerja sama perdagangan antardaerah dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Kalbar untuk memperluas pemasaran di Jawa Timur.
“Dengan adanya kerja sama dagang antarprovinsi ini, produk UMKM Kalbar tentu berpotensi dipasarkan di Jawa Timur, bahkan pasar global,” ujarnya.
Ketua Dekranasda Kalbar Ny. Erlina Norsan mengatakan kunjungan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Dekranasda Jawa Timur.
Kerja sama diharapkan mencakup peningkatan kapasitas perajin, kurasi produk, pemasaran, hingga perluasan akses pasar, termasuk peluang ekspor.
“Saya berharap ada kerja sama antara Dekranasda Jatim dan Dekranasda Kalbar dalam hal pelatihan, pemasaran, dan kurasi produk untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk ekspor. Mari kita dorong UMKM naik kelas. Produk lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Erlina.
Erlina menambahkan, Dekranasda Kalbar terus mendorong peningkatan kapasitas perajin, kualitas dan standardisasi produk, serta pemanfaatan digitalisasi untuk memperkuat pemasaran produk lokal.
Ia berharap kolaborasi antardaerah tersebut dapat memotivasi perajin Kalbar untuk terus melakukan inovasi sehingga produk berbasis budaya lokal memiliki daya saing yang semakin kuat.
Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda Kalbar Donata Dirasig Krisantus menilai sinergi antardaerah penting untuk memperkuat pembinaan dan pemberdayaan UMKM, khususnya perajin perempuan.
“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi penyemangat bagi kami dalam membina para perajin perempuan agar terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan menghasilkan produk kerajinan yang semakin kreatif serta memiliki daya saing,” katanya.
Kolaborasi Dekranasda Jawa Timur dan Kalimantan Barat selanjutnya diharapkan dapat diwujudkan melalui pertukaran pengetahuan, pelatihan bersama, kurasi produk, serta penguatan jejaring pemasaran.
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk kerajinan Kalbar sekaligus memperluas pengenalan produk lokal hingga pasar nasional dan internasional.


