SURABAYAONLINE.CO – Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Seminar Impor dan Ekspor Produk UMKM yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Tulungagung dan diikuti ratusan pelaku UMKM, Selasa (28/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa seminar menjadi langkah strategis untuk meningkatkan wawasan, kapasitas, serta daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan pasar internasional,” ujar Ahmad Baharudin.
Menurutnya, penguatan kapasitas pelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar produk unggulan Tulungagung mampu memiliki nilai tambah dan diterima di pasar global. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar dapat naik kelas.
Ia berharap seluruh materi yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing.
“Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendampingi produk lokal agar bisa naik kelas. Kegiatan ini sebagai awal lahirnya lebih banyak produk unggulan Tulungagung yang berhasil menembus pasar ekspor,” tambahnya.
Selama seminar, peserta memperoleh pembekalan menyeluruh mengenai prosedur ekspor dan impor, regulasi kepabeanan, penyusunan dokumen pengiriman barang, sistem pembayaran internasional, hingga strategi pemasaran global yang efektif.
Materi tersebut diharapkan mampu membekali pelaku UMKM untuk memahami proses bisnis ekspor secara lebih komprehensif sekaligus meningkatkan kesiapan memasuki pasar internasional.
Sementara itu, Ketua KADIN Kabupaten Tulungagung, Rifqi Firmansyah, menilai keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga pola pikir, kreativitas, serta konsistensi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis.
Ia mengatakan Tulungagung memiliki potensi besar dari sektor marmer, industri pangan, hingga produk berbasis budaya yang perlu dioptimalkan agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Rifqi, produk lokal yang dikelola secara profesional memiliki peluang berkembang menjadi usaha berskala besar. Ia juga menyoroti marmer sebagai identitas daerah yang semestinya lebih banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung maupun perkantoran di Tulungagung.
Selain itu, Rifqi membagikan strategi pemasaran modern yang adaptif terhadap perkembangan pasar digital agar pelaku UMKM mampu memperluas jangkauan pemasaran.
“Di era digital ini perlu sebuah strategi agar produk UMKM Tulungagung mampu berkembang dan bersaing sehingga potensi lokal dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Melalui seminar tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama KADIN berharap semakin banyak UMKM Tulungagung yang mampu memperluas pasar hingga tingkat internasional dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


