SURABAYAONLINE.CO – Dompet digital DANA Indonesia bersama Ant International kembali memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan melalui program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026. Program yang telah berjalan sejak 2023 tersebut berhasil meningkatkan penjualan peserta hingga 113 persen dalam enam bulan setelah mengikuti pendampingan.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, program SisBerdaya dan DisBerdaya diikuti lebih dari 6.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 35 peserta berhasil melaju ke tahap final dan tujuh pelaku UMKM ditetapkan sebagai pemenang utama yang berhak memperoleh bantuan modal usaha senilai ratusan juta rupiah.

Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas bisnis perempuan, termasuk perempuan penyandang disabilitas, melalui pelatihan, mentoring, dan akses pengembangan usaha.

“Harapan kami segala rangkaian yang sudah dijalankan selama dua bulan lebih ini bisa bermanfaat bagi para pelaku bisnis wanita. Ilmunya bisa bermanfaat, bantuan modal usaha yang didapat juga bisa bermanfaat untuk memajukan bisnis masing-masing,” ujar Olavina dalam konferensi pers Penganugerahan SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan data penyelenggara, sejak pertama kali digelar pada 2023, program SisBerdaya dan DisBerdaya telah menjangkau lebih dari 16.000 perempuan di 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 800 peserta memperoleh akses mentoring intensif dan 100 UMKM perempuan berhasil menjadi pemenang kompetisi bisnis.

Memasuki tahun keempat pelaksanaan, DANA Indonesia dan Ant International juga memperkuat kurikulum pembelajaran dengan menambahkan materi digital marketing, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta literasi keuangan untuk mendukung pertumbuhan usaha peserta.

Menurut Olavina, penguatan materi literasi keuangan dilakukan karena masih banyak pelaku UMKM perempuan yang belum memisahkan pengelolaan keuangan pribadi dan keuangan usaha, sehingga berpotensi menghambat perkembangan bisnis.

“Jadi, kita panggil para ahli untuk mengajarkan bagaimana caranya mengelola keuangan untuk UMKM agar bisnisnya lebih sehat ke depannya,” katanya.

Program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 juga mencatat peningkatan jumlah peserta sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, cakupan wilayah pemberdayaan semakin luas dengan bergabungnya peserta dari Maluku, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Tengah yang sebelumnya belum terlibat dalam program tersebut.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan melalui empat tahapan utama, yakni mentoring, business matching, networking, dan kompetisi bisnis. Materi yang diberikan mencakup AI untuk UMKM, kesejahteraan keuangan, kepemimpinan, networking, pengembangan soft skills bisnis, hingga regulasi dan kepatuhan usaha.

Program pemberdayaan UMKM perempuan tersebut turut didukung mentor dari berbagai perusahaan nasional dan global, antara lain Alfa Group, Amazon, Google Habbie Innovation Incubator, Kenangan Brands, Microsoft, Metrodata, dan Wings Group.

Melalui SisBerdaya dan DisBerdaya, DANA Indonesia dan Ant International berharap semakin banyak perempuan pelaku UMKM yang mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta menciptakan dampak ekonomi positif di daerah masing-masing.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version