SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jawa Timur, menyebut pelaksanaan car free day (CFD) di Jalan Panglima Sudirman tidak hanya menjadi ruang rekreasi masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Saniran, mengatakan omzet gabungan pelaku UMKM dalam setiap pelaksanaan CFD rata-rata mencapai Rp130 juta hingga Rp150 juta.
“Rata-rata omzet total CFD mencapai Rp130 juta hingga Rp150 juta per sesi,” kata Saniran saat pembukaan Sosialisasi Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk UMKM oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Trenggalek, Minggu.
Menurut dia, omzet tertinggi tercatat saat CFD digelar di kawasan Pasar Pon bersamaan dengan kegiatan Hari Koperasi. Pada momentum tersebut, total omzet pelaku UMKM mencapai Rp157 juta dalam satu sesi.
Bahkan, salah satu pelaku UMKM mampu membukukan omzet sekitar Rp5,5 juta selama CFD yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Pemkab Trenggalek sebelumnya pernah menggelar CFD di kawasan Alun-Alun Trenggalek. Namun, minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut kemudian mengalami penurunan.
Pemerintah daerah selanjutnya melakukan penataan dan memindahkan lokasi CFD ke Jalan Panglima Sudirman, kawasan Pasar Pon.
Penataan tersebut turut disertai dengan penguatan pengelolaan pedagang. Pelaku usaha yang dua kali tidak berjualan tanpa izin saat CFD dapat digantikan oleh pelaku UMKM lain yang berada dalam daftar antrean.
Saniran mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga konsistensi pelaksanaan CFD sekaligus memastikan ruang usaha yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Anggota DPR RI Novita Hardini mengatakan dirinya terus berkomunikasi dengan Pemkab Trenggalek untuk memberikan masukan mengenai kegiatan yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Saya tetap berdiskusi dan memberikan masukan kepada jajaran pemerintah Kabupaten Trenggalek, salah satunya terkait CFD,” kata Novita.
Menurut Novita, pada awal pengembangan CFD masih terdapat keraguan mengenai keberlanjutan kegiatan tersebut. Namun, perkembangan yang terlihat saat ini menunjukkan CFD mampu menjadi salah satu wadah penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Car Free Day menjadi pergerakan yang membanggakan teman-teman UMKM,” ujarnya.


