SURABAYAONLINE.CO – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmennya mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan ekosistem digital. Langkah ini dinilai menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah sekaligus mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju negara maju.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Koperasi dan UMKM Kadin Indonesia, Nurdin Halid, mengatakan keberhasilan Indonesia menjadi negara maju sangat ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha mikro berkembang menjadi usaha kecil dan menengah yang lebih produktif dan kompetitif.

Menurut Nurdin, Kadin memiliki dua peran utama sebagai mitra strategis pemerintah, yakni melindungi sekaligus mengembangkan sektor UMKM yang saat ini mencapai 64,2 juta unit usaha di Indonesia.

“Pertama adalah aspek perlindungan. Bagaimana kita menjamin agar 64,2 juta UMKM dapat bertahan dalam persaingan yang sehat di era pasar bebas. Kedua adalah aspek pengembangan, yaitu bagaimana mendorong UMKM meningkatkan kapabilitas, memperluas pasar, memperkuat teknologi, dan pada akhirnya mampu naik kelas,” kata Nurdin, Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan, berbagai persoalan yang selama ini menghambat UMKM naik kelas telah teridentifikasi, mulai dari keterbatasan akses permodalan, rendahnya pemanfaatan teknologi, kualitas sumber daya manusia, standar produk, hingga akses pasar yang belum optimal.

Karena itu, Kadin menilai transformasi digital menjadi salah satu solusi utama untuk mempercepat pengembangan UMKM. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu memperluas akses pelaku usaha terhadap sistem pembayaran digital, layanan keuangan, hingga pasar yang lebih luas.

“Untuk merebut peluang yang tersedia, salah satu pendekatan yang harus menjadi perhatian adalah aspek teknologi,” ujarnya.

Dalam upaya mempercepat UMKM naik kelas, Kadin menyiapkan empat strategi utama berbasis teknologi digital.

Strategi pertama adalah memperkuat kapasitas digital pelaku UMKM melalui pelatihan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, perusahaan teknologi, dan lembaga keuangan. Materi pelatihan mencakup pencatatan keuangan digital, pemasaran online, pengelolaan persediaan, sistem pembayaran digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Strategi kedua adalah memperluas akses terhadap teknologi, pembiayaan, dan infrastruktur digital. Langkah ini diperlukan karena masih banyak pelaku UMKM yang terkendala perangkat pendukung, biaya layanan, kualitas jaringan internet, hingga akses pembiayaan digital.

Selanjutnya, strategi ketiga berfokus pada pembangunan ekosistem pasar digital yang adil dan inklusif. Kadin menilai pelaku UMKM tidak cukup hanya hadir di marketplace, tetapi juga harus mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, sertifikasi merek, logistik, promosi, dan pelayanan konsumen.

Adapun strategi keempat adalah memperkuat perlindungan hukum serta keamanan digital bagi UMKM. Menurut Nurdin, pelaku usaha perlu memperoleh edukasi terkait keamanan transaksi, perlindungan data pribadi, hak kekayaan intelektual, kontrak elektronik, hingga keamanan sistem pembayaran digital.

“Negara juga perlu memastikan adanya kanal pengaduan yang mudah diakses, respons cepat terhadap kejahatan digital, serta penegakan hukum yang memberikan kepastian,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Kewirausahaan UMKM Kadin Indonesia, Raden Tedy, mengatakan peringatan Hari UMKM Internasional menjadi momentum penting untuk memperkuat peran UMKM sebagai fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, terdapat empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui kegiatan webinar yang digelar Kadin, yakni meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya UMKM, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, mendorong inovasi berbasis teknologi digital, serta memberikan apresiasi kepada pelaku usaha.

“Kami ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, lembaga keuangan, dan pelaku teknologi dalam menciptakan ekosistem UMKM yang maju dan mandiri,” kata Tedy.

Ia berharap momentum Hari UMKM Internasional dapat mendorong UMKM Indonesia semakin kuat, kreatif, inovatif, serta mampu menjadi bagian penting dari rantai ekonomi global.

“Pada momentum Hari UMKM Internasional ini, kita berharap UMKM Indonesia semakin kuat, kreatif, inovatif, dan mampu menjadi bagian penting dari rantai ekonomi global,” pungkasnya.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version