SURABAYAONLINE.CO – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan lokal melalui Pojok Product Placement Pilihan Busan (Pojok PPPB) yang menggandeng jaringan ritel modern.
Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Pojok PPPB sekaligus gerai Point Coffee di lapangan parkir Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Budi mengatakan, Pojok PPPB menjadi langkah Kemendag untuk membawa produk UMKM terkurasi dari ruang promosi menuju pasar ritel modern. Sejumlah produk yang masuk dalam program tersebut telah menunjukkan daya saing dengan berhasil dipasarkan melalui jaringan minimarket.
“Kami terus mendorong perluasan akses pasar produk-produk UMKM terkurasi dalam PPPB, termasuk untuk menembus ritel modern melalui Point Coffee dan Indomaret,” ujar Budi, dikutip dari Kemendag.go.id, Rabu (12/8/2026).
Dalam peresmian tersebut, sebanyak 15 produk pangan lokal UMKM hasil program PPPB ditampilkan sekaligus dipasarkan kepada masyarakat. Produk tersebut antara lain jamur garing, pempek garing, kue kering, keripik kentang, keripik pisang, keripik kulit ikan, olahan pisang, dan aneka kerupuk.
PPPB merupakan program promosi periodik Kemendag yang mengkurasi produk pangan dan nonpangan UMKM untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Produk yang terpilih sebelumnya dipajang di ruang tamu Kemendag dan diperkenalkan kepada para tamu kementerian.
Melalui Pojok PPPB, promosi tersebut diperluas dengan menghadirkan produk UMKM secara langsung di ruang yang lebih dekat dengan konsumen. Kemendag selanjutnya akan menyinergikan program tersebut dengan jaringan ritel modern agar produk UMKM berkualitas dapat menjangkau konsumen lebih luas.
Budi menambahkan, dukungan Kemendag tidak berhenti pada perluasan pasar domestik. UMKM yang lolos kurasi PPPB juga disiapkan untuk mengikuti promosi dan pameran perdagangan internasional sebagai bagian dari upaya membuka peluang ekspor.
Salah satunya melalui Trade Expo Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.
“Kemendag berkomitmen membuka peluang ekspor melalui berbagai promosi perdagangan, termasuk pameran dagang Trade Expo Indonesia,” kata Budi.
Dia mendorong pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen di pasar domestik maupun internasional.
“Mari kita tingkatkan kualitas dan daya saing UMKM sehingga bisa diterima di pasar domestik dan luar negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Indomaret Group Sinarman Jonatan menyatakan kesiapan pihaknya mendukung berbagai inisiatif Kemendag dalam memperluas akses pasar dan mengembangkan UMKM.
Menurut dia, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk membangun ekosistem yang dapat mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.
“Indomaret Group siap memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif Kemendag dalam memperkuat UMKM,” ujar Sinarman.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat program PPPB adalah KhumKhum Jamur Crispy dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pendiri KhumKhum Jamur Crispy, Hanum Wahyu, mengatakan keterlibatan produknya dalam PPPB membuka peluang untuk memperluas pemasaran. Usaha yang dirintis sejak 2020 tersebut kini produknya telah dipasarkan di lebih dari 2.000 gerai Indomaret di wilayah Bogor dan Parung.
“Alhamdulillah, kami menjadi salah satu produk terpilih dalam PPPB pada 2026 dan kini produk kami semakin dikenal masyarakat,” ujar Hanum.
Hanum berharap program perluasan akses pasar yang dilakukan Kemendag terus diperkuat, termasuk dukungan bagi UMKM untuk menjajaki pasar ekspor.
Dengan Pojok PPPB dan kolaborasi bersama jaringan ritel modern, Kemendag mendorong produk UMKM tidak hanya memperoleh ruang promosi, tetapi juga memiliki jalur pemasaran yang lebih luas hingga berpeluang menembus pasar internasional.


