SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah Kabupaten Gresik mempercepat transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai strategi memperkuat branding, pemasaran, dan daya saing usaha. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan UMKM Gresik mampu beradaptasi di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Workshop AI for UMKM with Canva yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Selasa (23/6/2026).

Sebanyak 210 pelaku UMKM mengikuti pelatihan tersebut. Dari jumlah itu, 76 persen merupakan UMKM pemula dan berkembang. Sementara 69 persen peserta adalah perempuan yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kerakyatan di Kabupaten Gresik.

Data penyelenggara juga menunjukkan sektor kuliner mendominasi peserta dengan jumlah 119 pelaku usaha atau sekitar 56 persen dari total peserta workshop.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar yang semakin luas. Menurutnya, kualitas produk saja tidak lagi cukup tanpa didukung kemampuan membangun citra merek dan promosi yang efektif melalui platform digital.

“Pemkab Gresik terus mendukung pelaku UMKM agar siap menghadapi perkembangan teknologi. Melalui pelatihan ini, peserta juga mendapatkan akses Canva Premium gratis selama satu tahun,” kata Alif.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola pemasaran produk. Jika sebelumnya pasar UMKM terbatas pada wilayah sekitar, kini produk lokal memiliki peluang menjangkau konsumen secara nasional bahkan internasional melalui platform digital.

“Kalau dulu jualan hanya menyasar pasar sekitar, sekarang produk bisa dilihat dan dibeli dari mana saja. Karena itu, kemampuan membuat konten yang menarik sangat penting agar usaha terus berkembang,” ujarnya.

Menurut Alif, penguasaan teknologi digital dan AI akan membantu pelaku UMKM meningkatkan efektivitas promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar secara lebih cepat dan efisien.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap literasi teknologi digital.

“Kami melihat antusiasme UMKM untuk belajar teknologi sangat tinggi. Kegiatan seperti ini perlu terus dihadirkan sebagai bentuk pendampingan bagi pelaku usaha,” katanya.

Endy menegaskan bahwa teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan efisiensi usaha.

“UMKM yang mampu beradaptasi akan lebih mudah bertahan dan berkembang,” tegasnya.

Dukungan terhadap digitalisasi UMKM juga datang dari Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital RI, Alfreno Kautsar Ramadhan, yang hadir secara daring. Ia menyoroti manfaat AI dalam meningkatkan efisiensi operasional pelaku usaha.

“Dengan memanfaatkan Artificial Intelligence, kita bisa menghemat sekitar 13 jam kerja per minggu. Waktu itu bisa digunakan untuk mengembangkan usaha atau mencari ide baru,” jelas Alfreno.

Menurutnya, efisiensi tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk lebih fokus pada inovasi produk, pengembangan pasar, dan strategi bisnis yang berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala. Ia menegaskan keberhasilan transformasi digital membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi hingga komunitas UMKM.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Ketika semua pihak bergerak dengan tujuan yang sama, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan bagi perkembangan UMKM,” ujarnya.

Tiar mengungkapkan bahwa Jawa Timur saat ini memiliki sekitar 2,5 juta UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas digital menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing usaha.

“AI membuka peluang baru agar UMKM lebih kreatif dan kompetitif,” tuturnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Salah satu peserta, Fathul Bahri, pelaku usaha bengkel motor, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut.

“Saya sangat terbantu, apalagi mendapat akses Canva Pro. Materinya membuat proses desain lebih cepat dan efisien,” katanya.

Senada dengan itu, pelaku usaha wedding organizer, Nur Khamidah, menilai Canva menjadi solusi praktis bagi UMKM untuk menghasilkan materi promosi yang menarik tanpa membutuhkan biaya besar.

“Sebagai ibu rumah tangga yang juga menjalankan usaha, Canva sangat praktis karena desainnya mudah digunakan dan tidak ribet,” ungkapnya.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version