SURABAYAONLINE.CO – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat keandalan dan fleksibilitas pembangkit listrik termal sebagai langkah strategis mendukung transisi energi nasional dan menjaga stabilitas sistem kelistrikan Indonesia. Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam seminar kolaborasi dan focus group discussion bersama Mitsubishi Power di Surabaya, Rabu-Kamis (20-21/5).

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan sektor pembangkitan, mulai dari PT PLN (Persero), PLN Nusantara Power, PLN Indonesia Power, hingga Mitsubishi Power Group. Para peserta yang terdiri atas engineer, manufaktur, penyedia teknologi, dan praktisi operasi serta pemeliharaan pembangkit terlibat dalam diskusi aktif membahas solusi teknis dan inovasi operasional guna menjawab tantangan sistem ketenagalistrikan yang semakin dinamis.

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita, mengatakan transisi energi telah mengubah pola operasi sistem kelistrikan nasional. Seiring meningkatnya penetrasi energi baru terbarukan, sistem tenaga listrik dituntut lebih adaptif dalam merespons fluktuasi pasokan dan kebutuhan listrik.

“Di era transisi energi, pembangkit listrik termal tidak lagi hanya berperan sebagai pembangkit baseload konvensional. Pembangkit termal harus berevolusi menjadi aset yang fleksibel, andal, dan mampu mendukung stabilitas sistem kelistrikan nasional,” ujarnya.

Menurut Komang, keandalan dan fleksibilitas operasional kini menjadi kebutuhan utama dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pembangkit termal tetap memiliki peran penting untuk memastikan sistem kelistrikan tetap stabil, terutama ketika menghadapi variabilitas pasokan dari energi terbarukan.

Ia menegaskan, keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan, tetapi juga kemampuan menjaga keandalan, fleksibilitas, dan resiliensi sistem kelistrikan yang telah ada.

Seminar diawali dengan diskusi panel yang menghadirkan para pemimpin dan pakar sektor pembangkit listrik Indonesia. Mereka membahas peran pembangkit termal di tengah transisi energi, strategi peningkatan operational excellence, pengembangan teknologi, keandalan aset, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.

PLN Nusantara Power menilai penguasaan teknologi saja belum cukup untuk menghadapi kompleksitas operasional di era transisi energi. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara utilitas, manufaktur, engineer, dan penyedia teknologi guna mempercepat transformasi operasional pembangkit.

Melalui penguatan reliability, flexibility, innovation, dan operational excellence, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda transisi energi nasional tanpa mengabaikan aspek keandalan dan ketahanan sistem kelistrikan Indonesia.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version