SURABAYAONLINE.CO – PetroNite Fest 2026 yang diselenggarakan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, berhasil menjadi ajang promosi sekaligus memperluas pasar bagi produk unggulan desa dan kelurahan binaan di sekitar perusahaan. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma Gresik memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan produk UMKM lokal.

Sebanyak delapan stan dari desa dan kelurahan binaan menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari minuman herbal, makanan olahan hingga produk pangan hasil budidaya masyarakat. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam PetroNite Fest 2026.

Salah satu stan yang ramai dikunjungi berasal dari Kelurahan Sukorame. Masyarakat menawarkan minuman markisa segar dan kerupuk bayam Brazil yang diproduksi dari hasil budidaya warga setempat.

Anggota tim stan Kelurahan Sukorame, Retno Istanti, mengatakan wilayahnya memiliki Kampung Markisa yang dikelola secara gotong royong oleh masyarakat. Selain itu, hampir setiap rumah juga membudidayakan bayam Brazil yang kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Menurutnya, keikutsertaan dalam PetroNite Fest 2026 membawa dampak signifikan terhadap pemasaran produk UMKM. Jika sebelumnya penjualan hanya mengandalkan media sosial dan pemasaran dari rumah, kini produk Sukorame semakin dikenal masyarakat luas.

Saat musim Lebaran, penjualan minuman markisa bahkan mampu mencapai sekitar 100 boks dengan isi masing-masing 16 gelas.

Keberhasilan tersebut didukung pendampingan Petrokimia Gresik melalui Program Lontar (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar). Selain memberikan pembinaan produksi, perusahaan juga membantu strategi pemasaran hingga produk-produk warga dapat dipasarkan di Swalayan Koperasi Konsumen Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG).

Keberhasilan serupa juga dirasakan Kelurahan Karangturi. Berkat pembinaan Petrokimia Gresik, masyarakat berhasil mengembangkan jahe merah menjadi minuman instan berbentuk bubuk yang kini dipasarkan dalam kemasan sachet maupun botol.

Tim stan Karangturi, Yuanita Fitri Agustin, mengatakan pengembangan produk tersebut diawali dari bantuan bibit jahe merah serta pendampingan budidaya dan pengolahan yang diberikan perusahaan.

Selain minuman herbal, stan Karangturi juga menghadirkan lontong Ubus, kuliner khas Gresik yang selalu habis terjual selama pelaksanaan PetroNite Fest 2026. Sekitar 40 kotak lontong Ubus dengan harga Rp12.000 per kotak ludes dibeli pengunjung setiap hari.

PetroNite Fest 2026 digelar dalam rangka HUT ke-54 Petrokimia Gresik dengan melibatkan 670 tenant, terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP. Kegiatan yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 itu juga melibatkan 12 tenant mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), delapan di antaranya berasal dari desa dan kelurahan sekitar perusahaan, yakni Karangpoh, Karangturi, Roomo, Sukorame, Kroman, Lumpur, Ngipik, dan Tlogopojok.

Melalui PetroNite Fest 2026, Petrokimia Gresik memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat dengan membuka akses promosi yang lebih luas bagi produk-produk unggulan desa binaan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version