SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memulai pemugaran bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi. Bangunan ini rusak akibat aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp12,76 miliar dengan masa pelaksanaan mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026.

Groundbreaking pemugaran dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (1/4). Pemugaran difokuskan untuk mengembalikan kondisi bangunan cagar budaya tersebut mendekati bentuk aslinya.

Khofifah menegaskan bahwa proses pemugaran dilakukan dengan pendekatan pelestarian, bukan sekadar renovasi. Pemprov Jatim juga berkoordinasi dengan tim cagar budaya guna memastikan setiap detail tetap mempertahankan nilai historis bangunan.

“Kita ingin memastikan semaksimal mungkin ini mirip dengan aslinya. Apa yang dulu dijadikan konstruksi, kita maksimalkan keserupaan dengan bangunan aslinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, material yang digunakan diupayakan mendekati bahan asli. Termasuk penggunaan kapur khusus sebagai perekat yang didatangkan dari Jerman, menggantikan semen seperti konstruksi awal bangunan.

Selain itu, bagian bangunan yang masih dalam kondisi baik dipastikan tidak akan dirombak. Pemugaran lebih difokuskan pada perbaikan struktur yang rusak serta penguatan konstruksi. “Sebagian besar yang ada saat ini tidak akan dirombak. Kita memaksimalkan pelestarian cagar budaya ini,” tegasnya.

Lingkup pekerjaan mencakup rekonstruksi atap, replikasi engsel, kusen dan pintu, pemasangan sistem proteksi kebakaran, hingga penataan ulang ruang wakil gubernur dan ruang penunjang lainnya. Selain itu, dilakukan penataan displai memorabilia serta ekspos hasil ekskavasi arkeologi dan balok kayu yang ditemukan di lokasi.

Dari sisi teknis, dinding bangunan akan diplester dan dicat ulang menggunakan material khusus agar tetap ‘bernapas’. Kusen, pintu, dan jendela menggunakan kayu jati legal bersertifikat dari Perhutani. Sementara lantai menggunakan marmer yang disesuaikan dengan bangunan utama Grahadi.

Untuk meningkatkan keamanan, bangunan juga akan dilengkapi sistem pemadam kebakaran serta penguatan struktur atap melalui penambahan ring balok guna meningkatkan daya tahan bangunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (PRKP) dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur I Nyoman Gunadi, menyampaikan bahwa pemugaran ini dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Timur dengan target penyelesaian selama 210 hari kalender. “Mengingat bangunan lama ini tidak ada betonnya, kita melakukan perkuatan struktur dengan penambahan ring balok sebagai pegangan angkur kuda-kuda,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan plester kapur dari Jerman bertujuan menjaga sirkulasi udara dalam bangunan tetap baik. Detail lainnya seperti engsel pintu dan jendela juga dibuat khusus oleh pengrajin dari Sumenep.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version