SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Di saat para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim mengikuti penerapan Work From Home (WFH), Rabu (1/4), Tim BPBD Jatim masih tetap memberikan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat.
Pada pelaksanaan WFH perdana ini, Tim BPBD Jatim tetap masuk seperti biasa dan tetap memberikan pelayanan edukasi bencana kepada puluhan siswa sekolah. Mereka berkunjung di Taman Edukasi Bencana (Tenpina) BPPD Jatim. Sebanyak 74 siswa dari TK Anak Sholeh Sukodono Sidoarjo menerima pembelajaran kebencanaan di area Tenpina BPBD Jatim.
Kunjungan edukasi bencana kali kedua dari sekolah yang sama ini juga menerima pembelajaran kebencanaan tentang ragam jenis bencana dan simulasi evakuasi bencana, baik gempa bumi maupun tsunami.
Di hari pelaksanaan WFH ini, Tim BPBD Jatim juga terlibat dalam operasi SAR pencarian korban tenggelam di Sungai Tunjung, Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.
Sejumlah personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim bersama Tim Basarnas, BPBD Bangkalan dan para relawan terlibat dalam kegiatan pencarian orang hilang di Sungai Tunjung dan Sungai Bancaran.
Dengan menggunakan perahu karet dan sejumlah peralatan SAR, Tim BPBD Jatim terus melakukan pencarian terhadap dua korban tenggelam, Siti Ruqqiyah (35) dan Muhammad Ibrahim (8).
Di hari ini juga, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto bersama Kabid Kedaruratan dan Logistik Satriyo Nurseno juga berkesempatan mendampingi Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansyah menerima kunjungan Komisi A dan Komisi E DPRD DKI Jakarta, di Kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.
Sementara, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di sela kunjungan ini mengungkapkan, sesuai arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, BPBD Jatim memang termasuk salah satu perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim yang tetap melaksanakan Work From Office (WFO).
“Atas arahan Ibu Gubernur itulah, maka kami masih tetap memberikan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat, termasuk terlibat dalam operasi SAR korban tenggelam di Bangkalan,” terangnya.
Untuk pelayanan edukasi bencana di area Taman Edukasi Bencana, Gatot Soebroto juga menjelaskan jika saat ini jadwal kunjungan ke Tenda Pendidikan Bencana memang kembali meningkat, pasca libur lebaran lalu. “Untuk pekan ini, selama empat hari berturut-turut, kami selalu ada jadwal kunjungan. Untuk besok (Kamis), jumlah kunjungan ke Tenpina bahkan mencapai sekitar 159 siswa,” ujarnya. (*)


