SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengambil sumpah atau janji jabatan 128 kepala SMA, SMK, dan SLB negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Acara ini digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/3).
Pelantikan itu sendiri dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800/1008/204/2026 tentang Pengangkatan Guru sebagai Kepala Sekolah yang ditetapkan di Surabaya pada 9 Maret 2026.
Khofifah menekankan bahwa kepala sekolah harus mampu menghadirkan kepemimpinan yang inovatif, adaptif, dan menjadi teladan di lingkungan sekolah. “Kepala sekolah hari ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Harus inovatif, kreatif, responsif terhadap perubahan, sekaligus menjadi role model,” katanya.
Menurutnya, kemampuan mengelola potensi sekolah secara cepat, tepat, dan terarah menjadi kunci dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan. Dengan kepemimpinan yang kuat, seluruh elemen sekolah diharapkan dapat bergerak selaras untuk mencapai kualitas pembelajaran yang lebih baik.
Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas kepemimpinan satuan pendidikan guna mendorong peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur. Gubernur Khofifah menegaskan bahwa para kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Panjenengan diberikan otoritas untuk mengelola SDM di SMA, SMK, dan SLB. Dari tangan panjenengan inilah akan lahir generasi yang siap menjemput Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia maju dengan kemiskinan yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” imbuhnya.
Menurut Khofifah, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa total awalnya terdapat 130 calon kepala sekolah yang dijadwalkan dilantik. Namun, dua di antaranya ditunda karena masih dalam proses verifikasi kondisi sekolah. “Totalnya 130, tapi dua kami tunda karena ingin memastikan kondisi sekolahnya memenuhi syarat. Jadi yang dilantik hari ini 128,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah. Rinciannya, 23 orang berasal dari jalur bakal calon kepala sekolah (BCKS), sementara 33 lainnya melalui jalur reguler dengan latar belakang guru penggerak. Ia menambahkan, para kepala sekolah yang dilantik akan mulai bertugas efektif pada 1 April 2026.(*)


