SURABAYAONLINE.CO – Sedikitnya tiga unit kios yang berderet di pinggir objek wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan, Jawa Timur, dilaporkan terbakar, Rabu dini hari (18/03/2026). Percik api yang diduga akibat terjadinya korsleting listrik, muncul dari kios paling Timur lalu cepat merambat ke kios lainnya.
Pada umumnya pemilik kios menjajakan barang mudah terbakar, berupa kaos, daster, celana, baju, souvenir dan bermacam aksesoris wisata lainnya. Ketiga kios yang berjajar di depan Pos Polisi itu masing-masing milik Bu Harti, Bu Mur dan Yanto, yang saat kejadian mereka tengah berada di rumahnya sendiri.
Hampir semua barang dagangan tak terselamatkan dari amukan api yang berkobar menggila itu. Namun begitu, sejumlah warga nampak berusaha mengeluarkan barang-barang dari dalam kios untuk memperkecil resiko hangus.
“Iya info sementara akibat korsleting listrik. Api muncul dari kios paling Timur lalu menjalar deretan kios lainnya, yang semua ada tiga kios. Posisinya di depan Pos Polisi Sarangan. Gak ada korban jiwa, aman,” kata Kepala Kelurahan Sarangan, Hadi Ekdal, menjawab koresponden.
Warga masyarakat sekitar yang mengetahui kebakaran itu langsung berduyun-duyun berusaha memadamkan api. Upaya pemadaman dilakukan warga dengan mengusung timba berisi air secara estafet, mengingat jarak sumber air cukup jauh.
Dua unit armada Damkar Pemkab Magetan dikerahkan ke lokasi kebakaran untuk menanggulanginya. Jilatan api tidak semakin liar setelah berbagai sisi dilakukan pembasahan, kemudian memampatkan titik api utama hingga padam.
Meski begitu petugas tidak mau kecolongan, terus melakukan pembasahan untuk memastikan tidak terjadi potensi percikan api. Para petugas meninggalkan lokasi setelah tidak terdapat nyala api area kebakaran tersebut.
“Kami turunkan dua unit armada untuk memadamkan kebakaran tiga kios tersebut. Kios itu menjual pakaian, aksesoris dan oleh-oleh wisata. Info sementara akibat korsleting listrik,” tutur Jarot Eka, Kasi Pencegahan Damkar Kabupaten Magetan.
Tidak ada korban jiwa atau terluka akibat insiden tersebut. Namun kerugian yang ditanggung korban ditaksir mencapai Rp. 170 juta.
Untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran kasusnya masih dalam penanganan petugas kepolisian setempat. (fin)


