SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar sosialisasi pembayaran parkir nontunai atau digital di Taman Bungkul dan Taman Apsari, Sabtu (14/3) malam. Langkah ini diambil untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan fasilitas parkir digital di Kota Surabaya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, sosialisasi kali ini ia telah menggandeng sejumlah bank besar, seperti Bank Jatim, BCA, BNI, BRI, dan Mandiri untuk mempermudah proses transisi dari pembayaran tunai menjadi nontunai. Sebagai langkah awal, Dishub membuka gerai khusus (booth) kartu e-money atau uang elektronik di Taman Bungkul dan Taman Apsari.

“Di gerai ini, kami memfasilitasi warga yang belum memiliki kartu uang elektronik. Masyarakat bisa membeli kartu dengan harga Rp20 ribu yang sudah berisi saldo senilai Rp20 ribu. Jadi, kartunya seolah gratis untuk membantu warga menyukseskan digitalisasi parkir ini,” kata Trio.

“Kami juga akan lengkapi dengan toa atau pengeras suara. Nanti anggota dari Ibu Jeane, selaku Kepala UPT Parkir akan keliling menginformasikan agar warga Surabaya menggunakan kartu uang elektronik atau e-toll dan QRIS. Nantinya kita juga akan tempatkan voucher parkir di titik-titik yang sudah dinyatakan digitalisasi parkir,” ujar Trio.

Dishub juga melakukan sistem jemput bola dengan membantu para juru parkir (jukir) untuk membuka rekening Bank Jatim. Hal ini dilakukan agar skema bagi hasil sebesar 60 persen untuk pemkot dan 40 persen untuk jukir dapat langsung ditransfer ke rekening masing-masing secara transparan. Tidak hanya itu, Dishub juga memfasilitasi jukir alat Smart Parking Solution (SPS) yang digunakan untuk transaksi non-tunai.

“ATM ini wajib, karena prosedur bagi hasil langsung masuk ke rekening jukir. Kami ingin memastikan kesejahteraan mereka terjaga melalui sistem yang jelas,” ungkapnya.

Di samping itu, pengguna jasa parkir di Taman Bungkul Andri Priambodo menyampaikan, fasilitas parkir digital ini memudahkan masyarakat. Menurutnya pelayanan ini bagus digunakan di titik parkir lainnya agar lebih tertata san lebih baik lagi.

“Ya ini bagus, tapi ya tadi (sistem) tappingnya atau payment (pembayarannya) yang juga harus siap. Kalau payment-nya belum siap kan akhirnya susah juga nanti yang mau bayar parkir,” ujarnya.

Warga Semolowaru itu berharap, pelayanan parkir di Kota Surabaya bisa lebih baik pagi ke depannya. Tidak hanya dari segi sistem pembayarannya saja, akan tetapi juga keamanan dan penataan kendaraan ketika parkir.(*)

 

 

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version