SURABAYAONLINE.CO – Puluhan penyandang disabilitas Kota Madiun, Jawa Timur, mencuri perhatian publik dengan turut turun ke jalan membagikan takzil. Mereka yang tergabung dalam Persatuan Penyandang Disabiitas Kota Madiun (PPDKM) itu mengambil lokasi di sisi Jalan Agus Salim, yang dimulai saat jelang berbuka puasa pukul 16.00 pada Jumat (13/03/2026).
Yang mengagumkan dalam kegiatan itu, para pengguna jalan baik roda dua dan empat nampak merasakan sesuatu yang “khusus” saat menerima bungkusan takzil dari para penyandang disabilitas tersebut. Mereka terlihat terharu sekaligus bangga menerima takzil itu.
“Sampai merinding saya rasanya. Kalau yang normal berbagi takzil itu lumrah. La ini penyandang disabilitas. Harusnya dipedulikan orang, tapi ini malah mempedulikan kita. Luar biasalah saudara kita ini. Bolehlah kalian cacat di mata manusia, tapi sempurna di mata Allah Swt,” tutur Nanang Makruf, penerima takzil, berkomentar kepada koresponden.
Dalam kesempatan disela-sela kegiatan itu, Ketua PPDKM Kota Madiun, Paran Raharjo, mengatakan para penyandang disabilitas yang terlibat sebanyak 20 orang laki-laki dan perempuan. Pembagian takzil dilakukan penyandang disabilitas yang berasal dari jenis tuna rungu, tuna wicara, tuna netra, tuna daksa dan lainya.
Menurutnya, kegiatan itu difasilitasi dinas sosial setempat sebagai ayah asuhnya, serta relawan sosial yang juga binaannya, Taruna Siaga Bencana (Tagana). Dinas sosial menyediakan alat angkutan dan sarana lain, sedangkan personel Tagana membantu bidang keamanan.
Menurut Paran Raharjo, pada kesempatan berbagi kebajagiaan sesama makhluk Tuhan itu, PPDKM membagian sedikitnya 200 bungkus takzil. Setiap bungkus berisi berbagai makanan siap santap berbuka puasa berupa telur asin, kue, buah pisang dan air mineral.
Sedangkan anggaran yang dipergunakan untuk pengadaan takzil, kata Paran Raharjo, berasal dari patungan seikhlasnya para penyandang disabilitas itu sendiri. Diakuinya, pihaknya tidak bisa memberikan yang terenak kepada masyarakat, namun jerih payahnya menjadi bukti empati terhadap sesama umat Tuhan.
“Uangnya kami kumpulkan dari para anggota. Ada sekitar 200 bungkus takzil. Semua kami bagikan kepada masyarakat untuk berbuka puasa. Kami punya empati untuk ikut bersedekah,” tutur Paran Raharjo kepada koresponden.
Dia berharap, pada kesempatan mendatang pihaknya tetap berharap bisa melalukan kebajikan yang sama. Bahkan, katanya, bisa membagikan takzil dalam jumlah yang lebih banyak lagi. (fin)


