SURABAYAONLINE.CO – Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 resmi dibuka di Pelabuhan Gresik, Kamis (12/3/2026). Posko terpadu yang digelar oleh Kantor KSOP Kelas II Gresik ini bertujuan memastikan keselamatan, keamanan, serta kelancaran arus mudik dan balik masyarakat pengguna transportasi laut selama masa Lebaran 1447 Hijriah.
Pembukaan posko tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 2 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran. Program ini berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dari Kementerian Perhubungan.
Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 mengusung tema “Mudik Nyaman Bersama, Bersama Raih Kemenangan Jaga Keselamatan” dan akan beroperasi mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Posko terpadu ini melibatkan berbagai unsur instansi, antara lain TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia, pemerintah daerah, Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta Balai Besar Karantina Kesehatan.
Kepala Kantor KSOP Kelas II Gresik, Herbert E.P. Marpaung, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi risiko selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026.
Beberapa langkah tersebut di antaranya pemeriksaan atau ramp check kapal penumpang, pengecekan kesiapan terminal dan fasilitas pelabuhan, pengendalian proses embarkasi dan debarkasi penumpang, hingga kesiapan petugas medis serta peralatan pemadam kebakaran.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan melalui pengendalian lalu lintas kendaraan di area pelabuhan, pemantauan CCTV dan pergerakan kapal, patroli keselamatan maritim, serta pemantauan prakiraan cuaca laut.
Herbert mengungkapkan, selama masa Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Gresik, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 12.284 orang, baik yang berangkat maupun tiba di pelabuhan tersebut.
Jumlah tersebut diprediksi meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada Angkutan Laut Lebaran 2025.
“Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 25 Maret 2026,” ujar Herbert.
Dalam kesempatan itu, Herbert juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan posko terpadu Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Gresik.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan angkutan laut selama masa Lebaran sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak yang terlibat.
“Keselamatan, keamanan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi laut selama perjalanan mudik adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia berharap seluruh petugas yang terlibat dalam posko dapat menjalankan tugas dengan optimal sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang aman dan nyaman.
“Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kemampuan dalam menjalankan tugas mengawal Angkutan Laut Lebaran 2026,” pungkas Herbert.


