SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Bloomberg Philanthropies menetapkan Surabaya sebagai salah satu dari 24 kota pemenang ajang The Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge, kompetisi global yang mendorong lahirnya inovasi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pengumuman resmi tersebut dipublikasikan melalui laman Bloomberg Philanthropies dan dapat diakses pada tautan berikut: https://www.bloomberg.org/press/bloomberg-philanthropies-announces-2025-2026-mayors-challenge-winners/.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi momentum penting bagi Kota Pahlawan dalam memperkuat layanan dasar sekaligus menghadirkan solusi inovatif yang berdampak luas dan berkelanjutan. Pada penyelenggaraan ke-6 ini, pemenang ditetapkan berdasarkan kebaruan gagasan, potensi dampak, serta kesiapan implementasi.

“Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya harus memberi teladan. Kami memperluas penggunaan popok dan pembalut pakai ulang produksi lokal untuk memperkuat ekonomi sirkular dan memberdayakan perempuan serta keluarga,” ujar Eri Cahyadi, Selasa (24/2).

Sebagai kota pemenang, Surabaya akan menerima pendanaan sebesar USD 1 juta, dukungan operasional, serta tambahan pembiayaan bagi staf khusus untuk memperluas inovasi yang telah diuji coba. “Surabaya merupakan salah satu dari 24 pemerintah kota dari 20 negara yang menerima penghargaan atas gagasan terobosan untuk meningkatkan layanan dasar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pendiri Bloomberg Philanthropies sekaligus mantan Wali Kota New York tiga periode, Michael R. Bloomberg, menyampaikan bahwa 24 kota pemenang berasal dari 20 negara dan melayani lebih dari 35 juta penduduk. Ia menilai pemerintah kota memiliki peran krusial dalam menjawab tantangan layanan publik yang semakin kompleks.

Adapun 24 kota pemenang itu berasal dari berbagai kawasan dunia, yakni As-Salt (Yordania), Barcelona (Spanyol), Beira (Mozambik), Belfast (Inggris), Benin City (Nigeria), Boise (Amerika Serikat), Budapest (Hungaria), Cape Town (Afrika Selatan), Cartagena (Kolombia), Fez (Maroko), Fukuoka (Jepang), Ghaziabad (India), Ghent (Belgia), Kanifing (Gambia), Lafayette (Amerika Serikat), Medellín (Kolombia), Netanya (Israel), Pasig (Filipina), Rio de Janeiro (Brasil), South Bend (Amerika Serikat), Surabaya (Indonesia), Toronto (Kanada), Turku (Finlandia), dan Visakhapatnam (India).

Pada tahap lanjutan, Juli 2025, sebanyak 200 pejabat kota dari 50 kota finalis termasuk perwakilan Surabaya mengikuti Ideas Camp yang diselenggarakan Bloomberg Philanthropies di Bogotá. Sebagai finalis, Surabaya menerima hibah awal sebesar USD 50.000 disertai pendampingan teknis guna menguji dan mematangkan gagasan di tingkat lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto menambahkan bahwa dukungan tersebut akan mempercepat perluasan implementasi program ke berbagai kampung yang terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila. “Inisiatif ini membantu Surabaya mengurangi limbah berbahaya, melindungi Sungai Brantas, dan menekan beban TPA sekaligus menciptakan pekerjaan hijau bagi masyarakat. Program ini membuktikan bahwa perlindungan lingkungan dan pemberdayaan komunitas dapat berjalan seiring,” ujar Dedik.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version