SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Waron Hospital menghadirkan layanan bedah robotik sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan yang lebih baik. Bedah robotik di Waron Hospital dapat dimanfaatkan untuk membantu dokter dalam berbagai prosedur bedah. Mulai dari penanganan penyakit kebidanan dan kandungan, saluran cerna, hingga saluran kemih atau kencing.

Layanan bedah robotik ini menegaskan posisnya sebagai rumah sakit pertama di Indonesia bagian tengah-timur yang memiliki Multi-Port Endoscopic Robotic Surgical System. Rumah sakit ini kini menjadi salah satu pelopor layanan bedah robotik di kawasan tersebut, didukung oleh delapan dokter spesialis tersertifikasi.

Sistem bedah robotik yang dimiliki Waron Hospital memungkinkan prosedur bedah minimal invasif dengan visualisasi yang optimal, kontrol instrumen yang stabil, serta pergerakan presisi selama tindakan operasi. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap prosedur berjalan selaras dengan kesiapan rumah sakit, tata kelola klinis, serta komitmen yang kuat terhadap keselamatan pasien dan mutu layanan kesehatan yang prima.

“Waron Hospital mewujudkan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan terintegrasi, didukung oleh teknologi yang canggih. Dengan hadirnya layanan bedah robotik di Waron Hospital dan delapan dokter spesialis tersertifikasi bedah robotik, pasien tidak harus lagi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan operasi robotik,” ujar CEO Waron Hospital dr Amang S.P, Jumat (23/1).

Menurut Amang, dari perspektif pasien, penggunaan bedah dengan bantuan sistem robotik berpotensi memberikan berbagai manfaat. Di antaranya  peningkatan keamanan pada pasien, kenyamanan yang lebih baik, sayatan bedah yang lebih kecil, pemulihan yang lebih cepat, serta waktu rawat inap yang lebih singkat.

“Dengan memungkinkan prosedur minimal invasif, sistem robotik seperti MP1000 diharapkan dapat mendukung pengalaman pasca-operasi serta hasil perawatan pasien secara keseluruhan yang lebih baik,” ungkap Branch Manager idsMED Eastern Indonesia Jimmy Surjadarma, distributor tunggal Edge Medical Robotic Systems di Indonesia.

Sementara itu, dr Brahmana Askandar Tjokroprawiro mengungkapkan bahwa bedah robotik bukan berarti yang mengoperasi robot semua, tapi robot sangat membantu kerja dokter. “Jauh lebih presisi dan lebih mudah dalam operasinya. Ujung-ujungnya pasien yang lebih diuntungkan,” ungkap dokter spesialis ini yang sudah mendapat sertifikasi bedah robotik.

Dari pengalamannya mengikuti pelatihan, ia melihat alatnya sangat nyaman bagi dokter dan bermanfaat bagi pasien. Meski demikian, tidak semua tindakan operasi bisa menggunakan robot.(*)

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version