SURABAYAONLINE.CO – Asia Small Business Federation (ASBF) Jawa Timur resmi memasuki fase penguatan kelembagaan. Kepengurusan ASBF Jawa Timur dinyatakan sah setelah penyerahan Surat Keputusan (SK) dan audiensi bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal penyelarasan peran ASBF Jawa Timur dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam struktur kepengurusan, Dr. Meithiana Indrasari, S.T., S.M., M.M. kembali dipercaya sebagai Chief Executive Regional ASBF Jawa Timur. Kepemimpinan ini melanjutkan pendekatan kolaboratif lintas sektor dengan fokus pada penguatan kapasitas usaha, pembangunan ekosistem UMKM, serta adaptasi terhadap dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi.

ASBF Jawa Timur diposisikan sebagai mitra strategis yang berjalan beriringan dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan kualitas UMKM.

“Kami memandang UMKM tidak hanya perlu bertambah secara jumlah, tetapi juga bertumbuh secara kualitas. ASBF hadir untuk berjalan bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat kapasitas, daya saing, serta keberlanjutan small business di kancah global,” ujar Dr. Meithiana.

Dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya menyambut positif kehadiran ASBF Jawa Timur sebagai mitra kolaboratif. Ia menegaskan keterbukaan Pemprov Jawa Timur untuk membangun kemitraan yang produktif dan berdampak langsung, terutama dalam mendorong koperasi dan UMKM agar mampu naik kelas serta memiliki daya saing berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP. Ia menyatakan kesiapan Kominfo Jawa Timur untuk berkolaborasi dalam pengembangan talenta digital, peningkatan literasi digital pelaku usaha, serta pemanfaatan ekosistem digital sebagai penopang penguatan UMKM. Transformasi digital dinilai perlu dilakukan secara inklusif, adaptif, dan berkelanjutan melalui kemitraan lintas sektor.

Ke depan, ASBF Jawa Timur akan mengarahkan program pada penguatan city branding dan communal branding guna mempertegas identitas serta keunggulan daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun positioning yang jelas bagi setiap kabupaten dan kota, sekaligus meningkatkan daya tarik produk dan jasa unggulan daerah di pasar yang lebih luas.

Selain itu, ASBF Jawa Timur juga mendorong pengembangan talenta digital pelaku usaha sebagai respons terhadap transformasi ekonomi berbasis digital, agar UMKM tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara strategis.

Sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme pelaku usaha, ASBF Jawa Timur menyiapkan sertifikasi kompetensi nasional dan internasional untuk meningkatkan kredibilitas, standardisasi kemampuan, serta membuka peluang jejaring usaha lintas daerah dan lintas negara.

Penguatan kelembagaan akan dilanjutkan melalui pelantikan dan pengukuhan kepengurusan ASBF Jawa Timur serta 38 kabupaten dan kota bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, guna memastikan kesinambungan koordinasi dan sinergi program di tingkat daerah.

Sebagai organisasi bisnis berskala internasional, ASBF telah aktif di 18 negara di kawasan Asia dan Asia Pasifik. Kehadiran ASBF Jawa Timur menjadi bagian dari jejaring global tersebut dan diharapkan mampu memperkuat daya saing small business Jawa Timur di tingkat regional hingga internasional.

Audiensi ini turut melibatkan perwakilan media, praktisi branding, serta advisor ASBF sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi antara kebijakan publik, dunia usaha, akademisi, dan komunikasi strategis. Melalui sinergi ini, ASBF Jawa Timur diharapkan berperan optimal dalam mendorong UMKM Jawa Timur tumbuh berkelanjutan dan semakin kompetitif.

Share.

Comments are closed.

Exit mobile version