Oleh: Gatot Sundoro
SURABAYAONLINE.CO – Dalam perang Badar, Abu Lahab binasa dengan sekujur tubuh membusuk dan menjijikkan, sehingga teman temanya tidak ada yang mau memakamkannya.
Rasulullah saw juga mengingatkan kerabatnya dalam sabdanya:” Wahai bangsa Quraisy, tebuslah diri kalian sendiri, karena aku tidak bisa menyelamatlan kalian dari siksa ALLOH sedikitpun. Wahai bani Abdi Manaf, Wahai Abbas bin Abdil Muthalib, Wahai Shafiyah bibiku; aku tidak bisa menyelamatkan kalian dari siksa ALLOH sedikitpun. Wahai Fatimah binti Muhammad, mintalah kepadaku semua hartaku, namun ingat aku tidak dapat menyelamatkanmu dari siksa ALLOH sedikitpun.”
Rasulullah SAW yang mengingatkan kerabatnya akan siksa api neraka.
Sebelum Abdul Muthalib (kakek Nabi saw) wafat, ia adalah pemimpin bani Hasyim; Kemudian kepemimpinan bani Hasyim dipegang oleh Abu Thalib, yang merupakan paman dari Nabi Muhammad saw.
Meskipun Abu Thalib tidak bisa meninggalkan agama lamanya (Jahiliyah) namun ia bersumpah:” Demi ALLOH, saya akan melindungi Muhammad.”
Setelah yakin dengan perlindungan pamannya, maka Nabi saw berdakwa secara terbuka kepada penduduk Mekah. Pernah Nabi saw mendaki bukit Shafa dan berseru:” Ya shabahah.
Para tokoh Quraisy berkumpul dan bertanya:” Ada apa? Siapa ini?” Selanjutnya Nabi saw bersabda:” Bagaimana pendapatmu jika aku memberitahu bahwa akan datang pasukan berkuda dari bukit itu menyerbu kalian?”
Mereka menjawab:” Kami belum pernah mendengar engkau berdusta.” Selanjutnya Nabi saw bersabda:” Sesungguhnya aku memberitahu ancaman adanya siksa yang pedih dari ALLOH.”
Abu Lahab (salah seorang paman Nabi saw yang merupakan penentang paling keras) berteriak:” Celaka kamu Mauhammad! Kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini?”
Atas kejadian ini ALLOH menurunkan firman:” Tabbat yadaa abii lahabin watabb.” (Binasalah Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa) QS. Al- Lahab. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas)
Seruan itu merupakan seruan peringatan yang lazim digunakan untuk mengabarkan adanya serangan musuh atau terjadinya peristiwa besar.


