Pria Sarjana S2 ini Pilih Ternak Kambing, Timbang Jadi Pegawai Kantoran

SURABAYAONLINE.CO | BANGKALAN – Menjadi pengusaha adalah menjadi pilihan tersendiri bagi Syahril Abdillah, pemuda asal Desa Daleman, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan ini, lebih memilih bergelut dengan kambing daripada bekerja menjadi pegawai.

Meski ia seorang sarjana strata dua (S2) di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Syahri tak pernah malu, bahkan dia mengaku lebih nyaman beternak kambing, dan mendirikan usaha yang diberi nama Abdi Farm, di rumahnya.

Pria 30 tahun itu mulai menekuni usaha peternakan sejak akhir tahun 2019  lalu. Saat itu, dia mengaku bimbang karena lapangan pekerjaan cukup sulit dijangkau. Apalagi adanya Covid 19, 2020 lalu, Ia tambah semangat untuk berwirausaha.

“Sebenarnya, selain tidak begitu suka bekerja kantoran, di Bangkalan juga juga susah untuk mencari kerja, makanya saya membulatkan tekat untuk usaha ternak kambing,” katanya, Rabu (19/10/2022).

Syahri bercerita, bahwa awal beternak, dia hanya memiliki beberapa ekor kambing betina, dan hanya di peranakan saja, di kawinkan setelah itu di jual anak kambingnya.

Pilihannya menjadi wirausahawan kambing itu, sempat diragukan oleh orang tuanya, lantaran Syahril, dikenal dengan pria yang suka keluar rumah (keluyuran), bahkan jarang pulang ke desa karena sambil bekerja sebagai Jurnalis media online di Bangkalan.

Meski sempat diremihkan oleh kedua orang tuanya, Sahril tetap yakin bahwa usaha beternak kambing ini akan berhasil. “Memang sempat, saya itu di remehkan oleh bapak saya, karena saya kan sebelum menggeluti usaha ini, saya jarang dirumah,” ungkap dia.

Seiring berjalannya waktu, Syahril berhasil membuktikan bahwa usahanya itu akan muncer, pesanan kambing pun sering ia terima, bahkan sejauh ini sudah sering mengirim kambing ke luar kecamatan, kabupaten hingga antar provinsi.

“Kadang pengiriman 30 ekor sampai 50. Kalau musim idul adha sampai 250 ekor lebih,” ujar dia.

Dalam beternak kambing, Pria yang saat ini menjadi Ketua IKA PMII Kecamatan Galis itu memiliki sistem penggemukan kambing sekaligus membudidayakan kambing jenis boer. “Alhamdulillah di kandang ada 60 ekor jantan. Dan betina ada sekitar 19 san,” tutup dia. (Im/So)