Beda Dari Infeksi Kulit, Ini Gejala Paling Khas Cacar Monyet

SURABAYAONLINE.CO – Wabah cacar monyet (monkeypox) tengah menjadi perhatian warga dunia, termasuk di Indonesia. Adapun hingga kini Indonesia telah melaporkan sepuluh suspek cacar monyet. Sembilan di antaranya telah dinyatakan negatif, sementara satu suspek terakhir asal Pati, Jawa Tengah, masih dalam pemeriksaan.

Cacar monyet atau monkeypox sudah ditetapkan sebagai keadaan darurat kesehatan global oleh Organisasi kesehatan dunia (WHO). Dengan ditetapkannya cacar monyet sebagai keadaan darurat, ini artinya WHO sekarang memandang wabah itu sebagai ancaman yang cukup signifikan bagi kesehatan global.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kemudian membentuk Satuan Gugus Tugas (Satgas) terkait penanganan cacar monyet di Indonesia. Di sisi lain, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan segera melakukan pemeriksaan apabila memiliki gejala mirip cacar monyet.

Ketua Satgas Monkeypox PB IDI dr Hanny Nilasari, SpKK menyebutkan sejumlah gejala cacar monyet memang bisa mirip dengan penyakit lain seperti infeksi bakteri (impetigo). Namun pada pasien cacar monyet, muncul manifestasi kulit dibarengi demam dan limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening.

“Satu gejala paling khas pada cacar monyet, manifestasi kulit. Jadi kalau kita liat yang suspek, itu adanya kelainan kulit. Kemudian ditambah dengan misalnya sakit kepala, demam yang lebih dari 38 derajat celcius, kemudian ada limfadenopati,” terang dr Hanny, dikutip dari detikcom, Minggu (7/8).

“Jadi, tiga hal itu yang harus menjadi pembeda dari si virus lainnya. Kalau nyeri otot, sakit kepala. kemudian nyeri tenggorok itu hampir sama dengan penyakit virus misalnya flu,” lanjut dia.

Kelainan kulit pada pasien monkeypox berupa bintik-bintik pada bagian tubuh tertentu seperti telapak tangan dan telapak kaki. Bintik tersebut akan menjadi lenting dan bernanah. Namun, kelainan yang dirasakan oleh setiap pasien bisa berbeda tergantung dengan daya tubuh masing-masing.

“Pada orang-orang yang daya tahan tubuh baik, umumnya tidak terlalu berat tetapi pada saat orang tersebut mempunyai daya tahan tubuh berat dapat terjadi komplikasi,” jelas dr Hanny.

Sebagai informasi, berikut imbauan lengkap dari Kemenkes terkait upaya pencegahan penularan cacar monyet.

1. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan sabun;

2. Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi paparan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik;

3. Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi;

4. Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yg diburu dari hewan liar (bush meat);

5. Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit monkeypox agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami demam dan pembesaran kelenjar getah bening dalam waktu kurang dari 3 minggu;

6. Saat memeriksakan diri warga menginformasikan petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya; dan

7. Petugas kesehatan agar menggunakan sarung tangan dan baju pelindung saat menangani pasien atau binatang yang sakit