Pemda Diminta Dukung Target Satu Juta Wirausaha Mapan

SURABAYAONLINE.CO – Hingga tahun 2024, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKop-UKM) menargetkan 1 juta wirausaha mapan. Pemerintah Daerah diharapkan mendukung target tersebut. Kalangan anak muda yang memperoleh pendidikan tinggi juga perlu menyiapkan wirausaha muda untuk masa depan, baik di pasar dalam negeri dan global.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop-UKM), Teten Masduki menggarisbawahi persoalan produk unggulan di suatu daerah yang memiliki potensi permintaan pasar yang besar, namun supply chain-nya masih kurang. Ia mengatakan agar pemerintah harus lebih proaktif mencari solusi.

“Kita jemput bola, tidak bisa kita diam saja, pasif. Terutama bagi UMKM yang memiliki keunggulan domestik untuk kita perbaiki, membangun ekosistem dan rantai pasoknya, agar UMKM kita fokus. Kita fokus menggarap produk UMKM yang punya potensi besar,” kata Menteri Teten sebagaimana dilansir kemenkopukm.go.id.

Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Bidang Koperasi, UMKM, dan Kewirausahaan Tahun 2022 di Bali, Senin (20/6), Menteri Teten mengakui bahwa pihaknya masih kesulitan menyusun program yang lebih presisi, lantaran belum memiliki data yang kuat. Kementerian hanya melihat data statistik UMKM yang sekarang.

“Jika kita tidak punya data yang lebih lengkap, kita tidak tahu data yang dibutuhkan UMKM. Karena itu pendataan lengkap menjadi prioritas, supaya bisa menyusun perencanaan program evaluasi yang lebih presisi dalam menjawab kebutuhan UMKM. Agar mereka bisa naik kelas meningkatkan produktivitas dan kualitas UMKM bersaing di masa depan,” terangnya.

Sementara untuk pengembangan kewirausahaan nasional, untuk menjadi negara maju minimal harus mencapai 4 persen. “Saat ini rasio kewirausahaan kita baru 3,18 persen, ini sudah bertahun-tahun. Ini kritik bahwa program UKM belum cukup relevan, efektif untuk melahirkan atau mencetak wirausaha mapan,” ujarnya.

Kemudian program Pengentasan Kemiskinan yang saat ini mencapai 4 persen. Berbeda dengan Kementerian Sosial, KemenKop-UKM lebih menekankan ke pemberdayaan ekonomi. Koperasi modern menjadi bagian yang dituntaskan, modern dalam hal bisnis dan manajemennya.

“Banyak koperasi jadul, mindset-nya masih lemah. Saya kira perlu reforma, bagaimana transformasi koperasi dengan mengadopsi teknologi digital. Kita juga punya masalah besar Koperasi Simpan Pinjam,” tegas Menteri Teten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *