Penjualan Ponsel 5G Lebih Besar dari Ponsel 4G, Ada Apa?

SURABAYAONLINE.CO – Penetrasi penjualan smartphone 5G secara global pada Januari 2022 melampaui HP 4G. Counterpoint Research mengungkapkan penjualannya mencapai 51% dan ini terjadi untuk pertama kalinya.

Sejumlah wilayah pendorong pertumbuhan ini mulai dari China, Amerika Utara, dan Eropa Barat. China memiliki penetrasi 5G tertinggi mencapai 84%, sementara dua wilayah lain adalah 73% dan 76%.

Di Amerika Utara dan Eropa, Apple mendominasi dan setelah beralih ke 5G dengan seri iPhone 12, keduanya melihat peningkatan alami penetrasi penjualan smartphone 5G.

“Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan akan terus berkontribusi besar pada penjualan 5G secara global. Bahkan tanpa menawarkan spesifikasi yang kompetitif, ada permintaan yang besar dan berkelanjutan untuk peningkatan 5G dalam basis pengguna iOS,” tulis Counterpoint, dikutip dari laman resminya, Rabu (23/3).

Counterpoint menambahkan permintaan juga akan didorong pada pengguna iPhone yang beralih ke ponsel baru. Penggunaan iPhone memiliki siklus rata-rata ditahan selama empat tahun untuk banyak orang.

Chip terjangkau dari MediaTek dan Qualcomm juga akan merubah segmen ponsel 5G. Smartphone Android 5G masuk ke segmen harga menengah atas (US$250-US$450 atau Rp 3,5 juta-Rp 6,4 juta) turun menjadi US$150-US$250 (Rp 2,1 juta-Rp 3,5 juta).

Counterpoint mencatat segmen tersebut ternyata juga ikut menyumbang seperlima penjualan pada Januari lalu.

OEM juga mulai melirik wilayah lain untuk peningkatan penetrasi smartphone 5G. Yakni Asia Pasifik, TImur Tengah, dan Amerika Latin dengan perangkat yang dibanderol lebih murah.

“Model 5G segmen harga di bawah US$150 merupakan sweet spot di wilayah ini, yang sekarang didominasi oleh 4F,” ungkap perusahaan itu.

“SoC 5G kelas bawah dihargai lebih dari US$20 saat ini. Setelah turun ke bawah US$20, kita akan mulai melihat smartphone 5G di segmen budget”.