SURABAYAONLINE.CO – Pada pameran yang berlangsung di Guadaljara, Meksiko, Indonesia berhasil meraup keuntungan pada penyelenggaran pameran Antad & Alimentaria. Transaksi tersebut mencapai US$ 352 ribu.
Pameran Antad & Alimentaria merupakan pameran makanan dan minuman (mamin) yang terbesar di wilayah Amerika Selatan yang yang diselenggarakan pada 18–20 Oktober 2021.
Husodo Kuncuro Yakti selaku Kepala Indonesian Trade Promotion Center Mexico City menjelaskan bahwa pada pameran tersebut Indonesia menampilkan berbagai macam varian makanan dan minuman yang terdiri dari kopi, mie instan, wafer, kecap dan permen.
“Keharuman mi instan dan aroma khas kopi Indonesia yang kami sajikan menarik perhatian pengunjung pameran untuk mengunjungi stan Indonesia. Sampel mamin yang kami berikan secara gratis pun laris manis karena banyak pengunjung yang ingin mencobanya,” Ujar Husodo Kuncoro Yakti.
Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Mexico City mengajak eksportir dari Indonesia yaitu Sejati (produk mi instant) untuk turut serta di pameran tersebut. Sedangkan importir dari Meksiko yang berpartisipasi antara lain Karlogistik (kopi), Dulces Las Delicias (waferstick roll dan permen jeli), Kokola (biskuit dan wafer), serta Kume Importar (kecap manis).
Dulces Las Delicias merupakan salah satu penerima Primaduta Award pada Trade Expo Indonesia ke- 36, yaitu produk waferstick roll yang diimpor dari PT Dolphin dan permen jeli yang diimpor dari PT Yuppi Indo Jelly Gum.
Duta Besar RI untuk Meksiko, Cheppy T. Wartono menyampaikan apresiasi yang dilakukan ITPC Mexico City dalam mempromosikan produk mamin Indonesia.
“Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini merupakan kesempatan untuk menampilkan produk mamin Indonesia, tidak hanya produk dari perusahaan besar, tetapi juga yang diproduksi UKM Indonesia. Saya berharap ke depannya, ITPC Mexico City dapat memberikan kesempatan yang lebih luas lagi kepada UKM Indonesia siap ekspor untuk semakin memperbesar sayapnya dalam mempromosikan produknya,” tuturnya.
Total perdagangan nonmigas Indonesia–Meksiko periode Januari–September 2021 tercatat sebesar USD 1,06 miliar atau meningkat 25,78 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020.
Nilai ekspor nonmigas periode Januari–September 2021 sebesar USD 858,93 juta atau meningkat 31,44 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara, impor nonmigas periode Januari– September 2021 tercatat sebesar USD 210,81 juta atau meningkat 7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.(Vega)


