Tips Bisnis Jastip Atau Personal Shopper Untuk Kamu Yang Pemula

SURABAYAONLINE.CO – Menjadi seorang personal shopper atau membuka jasa titip (jastip) selama pandemi merupakan pilihan yang tepat untuk menambah pemasukan. Alasannya, saat pandemi banyak orang yang tidak bisa pergi membeli barang-barang yang dibutuhkan atau yang diidamkannya.

Banyak barang-barang jastip yang bisa dijual, seperti produk skincare, camilan khas daerah/negara tertentu, alat make up, sepatu, dan lain-lain.

Nahh agar bisnis jastipmu bisa berhasil tentu kamu memerlukan tipsnya dong, apa aja sih? Yuk disimak!

  1. Menentukan target

Sebelum memulai bisnis jastip, kamu perlu dong memetakan target yang ingin disasar. Misalnya, kamu sering berbelanja produk kecantikan, nah maka sasaran yang dituju adalah kaum ibu dan remaja putri. Berbeda jika kamu senang berbelanja perlengkapan dapur, maka target pasar akan semakin mengerucut kepada kaum ibu saja.

Menentukan target penting karena dengan demikian kamu dapat fokus kepada barang-barang yang sesuai dengan target pasarnya. Kamu bisa menentukan target dan segmen pembeli sesuai dengan kesukaan juga, lohh. Sehingga, dalam menjalankan bisnis jasa titip ini kamu lebih enjoy.

  1. Menentukan harga

Biasanya, jastip mengambil untung sekitar 5-20 ribu rupiah per item barang yang dibelanjakan. Jadi misal kamu membeli barang seharga Rp50 ribu, dengan tambahan jasa belanja Rp10 ribu maka harga barang berubah Rp60 ribu di luar ongkos kirim ke pelanggan.

Kok kecil? Eits, jangan salah ya bestie, jangan melihat dari nominalnya. Semakin mahal harga barang, kamu dapat mengutip untung jasa titip yang semakin besar.

Namun biasanya jastip tidak sampai 10 persen dari harga barang, ya. Hitung juga kuantitasnya, semakin banyak orang yang menggunakan jastip, semakin besar keuntungan yang diperoleh.

Perhatikan juga, jika kamu melakukan bisnis jasa titip barang luar negeri, pastikan untuk menghitung komponen ongkos transportasi, akomodasi, pajak dan biaya tambahan yang dikenakan.

  1. Promosi via media sosial

Memilih media sosial yang akan dipakai untuk mempromosikan jastip juga penting dilakukan ya bestie. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat target pasar yang sudah kamu analisa sebelumnya. Lihat dan pelajari media sosial yang mereka pakai, maka kamu bisa gunakan media sosial yang sama untuk promosi.

Sebagai tambahan, sebaiknya kamu tidak mencampur media sosial jastip ini dengan akun media sosial pribadi. Hal ini untuk menghindari kerepotan yang mungkin timbul saat melaksanakan jastip.

     4. Foto produk dengan visual menarik

Cara ini kelihatan sepele tapi sebenarnya memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kinerja penjualan barang, Bestie. Tampilan visual yang menarik biasanya lebih mudah membuat pembeli tertarik untuk membeli.

Kamu bisa belajar cara mengambil foto produk yang sederhana dari YouTube atau menyontek lapak belanja lain yang memiliki kualitas gambar baik.

Jika memiliki waktu luang, kamu juga bisa belajar bagaimana cara mengedit foto-foto tersebut. Jangan lupa memberikan watermark untuk foto-foto yang Mom ambil agar tidak dicuri orang lain.

Tips lainnya, sentuhan editan tidak perlu berlebihan sehingga membuat foto produk berbeda jauh dari kenyataannya. Ini supaya pembeli tidak merasa tertipu ya, bestie

  1. Menghitung modal dengan cermat

Modal memang dibutuhkan untuk memulai bisnis jastip. Karena jastip berarti menalangi dahulu biaya belanja barang, maka kamu wajib menghitung dengan cermat sumber dana yang akan dipakai. Jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Hitung juga harga barang yang akan dibeli, apakah harganya fluktuatif atau mengikuti kurs mata uang, sehingga dapat berubah sewaktu-waktu.

Nah, jika sumber dana yang kamu punya terbatas bisa juga menggunakan kesepakatan, pembayaran 50 persen dan sisanya dibayar setelah barang sampai ke pelanggan. Sepakati saja dengan calon pelanggan. Pastikan kesepakatan pembayaran transparan, sehingga mereka mendapat rasa aman dan percaya.

  1. Memberikan bonus

Untuk membuat bisnis jasa titip kamu semakin dikenal luas, berikan beberapa bonus untuk pelanggan setia. Misalnya, jastip 3 kali dapatkan bebas ongkos kirim. Atau kamu bisa memberikan souvenir cantik sebagai ungkapan terima kasih.

Mudah, bukan? Tapi dalam menjalani bisnis satu hal yang harus diingat ya bestie, bahwa memulai bisnis apapun bentuknya pasti akan menemui berbagai tantangan.

Saat memulai usaha jastip, hal-hal yang sering ditemui sebagai hambatan biasanya antara lain:

  • Pelanggan tidak jadi membayar barang meski sudah dibelikan,
  • Mendapat keluhan karena kondisi barang tidak sesuai harapan pelanggan,
  • Barang rusak atau hilang dalam pengiriman,
  • Konsumen yang rewel dan banyak menyita waktu serta perhatian,
  • Pelanggan salah memberikan alamat sehingga barang tidak sampai tujuan.

(Windi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *