Dior Kena Amuk China, Ada Apa?

SURABAYAONLINE.CO – Merk fesyen Dior kena amuk China. Merk asal Prancis itu menuai kontroversi di media sosial Tirai Bambu setelah dituding mencoreng citra wanita Tiongkok.

Hal ini terjadi pekan ini pasca sebuah foto ditampilkan di pameran busana Dior, di West Bund Art Center Shanghai. Seorang model terlihat mengenakan pakaian tradisional China dan memegang tas Dior, dengan mata sipit dan kulit hitam.

Ini dianggap tak sesuai dengan standar kecantikan khas China, yang ditandai dengan mata besar dan kulit putih. Dior dianggap menggambarkan perempuan dengan stereotip Barat.

Meski sudah dicabut, namun netizen China masih mempermasalahkan ini. Di Weibo misalnya, topik “Foto Dior Mencoreng Keturunan Asia” beredar luas. Beberapa bahkan meminta penjelasan dari perusahaan dan fotografer yang memotret.

“Baik pencipta (foto) yang bangga maupun Dior tidak siap memberikan tanggapan, seolah-olah mereka meremehkan netizen yang mereka katakan tidak mengerti seni,” tulis salah satu postingan, dikutip dari Global Times, Jumat (19/11).

Sebuah artikel di media lokal China Women’s News menulis bahwa merk-merk Barat seperti Dior sedang menunjukkan “kebanggan dan prasangka” soal estetika dan budaya mereka. Ini, tulis media itu, mencerminkan niat untuk mencoreng citra perempuan China dan mendistorsi budaya.

Sementara itu, Dior bukan satu-satunya produk asing yang memicu kritik di Negeri Xi Jinping. LV juga sempat dikritik karena disebut membuat “filter Dinasti Qing” karena pakaian dan gaya rambut model yang mirip dengan orang-orang di era itu.

Hal sama juga terjadi pada merk mewah Italia, Dolce & Gabbana. Potret model China makan makanan Italia dengan sumpit disebut menghina negeri itu dan budayanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *