Terinspirasi Dari Keindahan Pasar Apung, Gita Orlin Memperkenalkan Desain Terbarunya “Belle Barito”

SURABAYAONLINE.CO – Menjadi salah satu designer terkenal dan bisa membawa harum nama daerah di kancah internasional adalah mimpi terbesar yang ingin dicapai oleh Gita Orlin.

Gita Orlin merupakan designer asal Surabaya yang telah lama menggeluti dunia fashion. Bahkan hasil karyanya pernah di pamerkan di ASC New York Fashion Week pada tahun 2019.

Kiprahnya dalam dunia fashion tidak perlu diragukan lagi. Eksistensinya telah banyak menghiasi wajah-wajah di event-event lokal hingga internasional.

Selama berkiprah dalam dunia fashion, Gita selalu menyesuaikan dan mengikuti perkembangan dalam berinovasi. Rancangan Gita memiliki ciri khas yang girly namun terlihat anggun bagi pemakainya.

Sedangkan untuk edisi summer 2022, Perempuan asal kota pahlawan ini kembali berinovasi dengan mengusung konsep desain yang terinspirasi dari Kecantikan Pasar Apung yang berada di Sungai Barito, Kalimantan Selatan.

“Lewat koleksi saya yang bertajuk “Belle Barito”, saya ingin para wanita yang mengenakan koleksi ini bisa tampil lebih percaya diri dan stylish”, ujar Gita.

Untuk warnanya dominan blue, lalu warna maroon dan grey dituang sebagai motif bunga yang di desain sendiri oleh Gita. Dalam memberikan kesan nyaman bagi pemakai, kain yang digunakan pun terbuat dari material yang cocok dengan kulit diiklim tropis.

“Materialnya terdiri dari kain sifon, silk, tille dan organza. Kain-kain tersebut saya printing dan di mix dengan kain tille dan lace agar terlihat lebih cantik”, kata perempuan kelahiran 12 Juni 1983.

Dalam proses cuttingnya juga sangat unik. Tangan puff dengan bahan organza, dress full klok yang flowy, blazer, blouse dan detail frill.
Tidak hanya itu, untuk detailnya Gita memakai embroidery handmade dikombinasi dengan pearl, swarosvki dan beads.

Sukses dalam rancangan busananya, Gita berkeinginan memunculkan sebuah karya busana yang nyaman untuk kondisi pandemi saat ini.

“Dari sisi trend fashion saat ini, saya lebih cenderung ke “Essential” karena dengan menggunakan motif flora. Namun tetap terlihat feminim romantic di masa pandemi saat ini”, pungkasnya. (Vega)