Penyebab besarnya Angka Food Loos sampai Food Waste di Indonesia

SURABAYAONLINE.CO – Berapa banyak jumlah bahan pangan yang berkurang karena proses produksi (food loss) serta makanan konsumsi yang terbuang (food waste) yang dihasikan orang Indonesia? Indonesia tercatat sebagai negara yang memegang peringkat kedua sebagai produsen sampah pangan terbesar di Dunia. Lalu apa perbedaan Food Loss dan Food Waste?

Food loss timbul dari proses produksi dan pengolahan sebelum bahan makanan sampai didistribusi ritel. Sementara food waste adalah makanan yang hilang atau terbuang atau tidak layak makan pada tingkat ritel, jasa penyedia makanan, dan konsumen.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyebutkan, angkanya bisa mencapai 184 kg per orang dalam setahun. Penyebab terbuangnya bahan pangan yaitu penyimpanan yang kurang baik sehingga menyebabkan pangan rusak dan terbuang. Hasil kajian menemukan tidak sedikit masyarakat yang menyimpan bahan makanan di dalam kulkas hingga busuk dan terbuang.

Selain itu, preferensi konsumen dalam memilih bahan pangan atau makanan juga bisa menjadi penyebab food loss dan food waste serta kurangnya edukasi masyarakat baik dari sisi konsumen maupun petani yang memproduksi bahan pangan.

Food Loss and Waste Study Waste4Change mengungkapkan dalam penelitiannya sejumlah penyebab terjadinya food loss atau jumlah bahan pangan yang berkurang karena proses produksi, serta food waste atau makanan konsumsi yang terbuang di Indonesia dikarenakan penanganan proses produksi yang kurang baik dan perilaku konsumsi masyarakat.

“Kami berusaha mengidentifikasi penyebab food loss and waste. Penyebab utama di bagian food loss itu kurangnya good handling practices, kurang baik dalam memperlakukan makanan ketika didistribusikan atau ketika setelah panen,” dikutip dari Annisa Ratna Putri selaku Ketua Tim Food Loss and Waste Study Waste4Change.

Jika dikaitkan dengan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), makanan yang terbuang tersebut bisa menghasilkan 1,73 giga ton CO2 secara akumulasi atau rata-rata 7 persen dari total emisi GRK Indonesia dalam setahun.

Kendati demikian, jumlah food waste atau makanan yang terbuang saat proses distribusi hingga konsumsi masyarakat sekarang ini semakin bertambah jika dibandingkan pada tahun 2000. (Windi)