SURABAYAONLINE.CO – Donald Trump menyembunyikan kerugian lebih dari $70 juta atau Rp997 M di hotelnya di Trump Hotel Washington DC saat dia berada di Gedung Putih. Hal ini diungkap oleh partai Demokrat pada hari Jumat (09/10/21), dikutip dari the guardian.
Informasi tersebut termuat dalam rilis House Oversight yang diungkap oleh penyelidik Kongres. Dokumen tersebut juga mengungkap hotel tersebut menerima $3,7 juta dari pemerintah asing.
Selain itu, Trump telah dituduh mendapat “perlakuan istimewa” dari Deutsche Bank, yang sebelumnya telah meminjamkan Trump $170 juta untuk merenovasi hotel.
Ini adalah pertama kalinya penyelidik kongres meninjau dan merilis rincian informasi keuangan mantan presiden. Meskipun demikian, Organisasi Trump membantah informasi itu.
Organisasi Trump menyebut tuduhan komite itu “tidak bertanggung jawab dan benar-benar salah.”
Benza selaku juru bicara Trump Organization, mengatakan bahwa dugaan tersebut adalah salah.
“Perusahaan tidak pernah menerima perlakuan istimewa dari pemberi pinjaman mana pun,” ujar Benza.
Deutsche Bank juga membantah temuan komite. “Surat Komite membuat beberapa pernyataan yang tidak akurat mengenai Deutsche Bank dan perjanjian pinjamannya,” kata Dan Hunter selaku juru bicara Deutache Bank, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Trump Organization membantah segala tuduhan yang dari komite. Mereka menyebut komite tidak memiliki pemahaman terkait akuntansi.
Sementara itu, Donald Trump menyebut penyelidikan atas hotel dan keuangannya merupakan bagian dari motif politik dan tanpa memiliki dasar hukum. (Vega)


