Saham Pilihan Anda Untuk Minggu Ini

SURABAYAONLINE.CO – Aksi beli investor pada perdagangan akhir pekan lalu cukup massif. Hal ini mengangkat laju bursa saham domestik ke zona hijau dengan penguatan 0,38% ke level 6.133,24 poin.

Data perdagangan mencatat, pada Jumat (17/9) kemarin, nilai transaksi mencapai Rp 16,15 triliun dengan pembelian bersih investor asing mencapai Rp 598,28 miliar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi dari 10 saham yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 1,54 triliun.

Kedua, adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi Rp 982 miliar dan ketiga ditempati emiten bank digital, PT Bank Jago Tbk (ARTO) senilai Rp 853 miliar.

Vice President PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Al Fatih, mengungkapkan, saat ini saham-saham unggulan (blue chip) di BEI sudah menunjukkan pergerakan yang positif di tengah tren IHSG yang masih bergerak sideways.

“IHSG masih sideways, kalau iHSG tren naik kita melihat saham blue chip sebagai bobot terbesar,” katanya kepada CNBC Indonesia.

Samuel Sekuritas merekomendasikan pembelian saham-saham bank besar seperti BBCA, BBNI, BMRI dan BBRI dengan target price (TP) di level Rp 5.200 per saham.

Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin, saham BBRI ditutup di level 3.610 per saham dengan PER 17.85 kali dan estimasi PBV sepanjang tahun ini di level 2.2 kali.

Selain saham-saham di sektor perbankan, Samuel Sekuritas juga merekomendasikan saham PT Astra Internasional Tbk (ASII), dengan target price Rp 6.750 per saham dan saham emiten telekomunikasi BUMN, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan target price Rp 4.050 per saham.

“ASII sudah tren naik, dan TLKM sudah melampaui level tertingginya,” kata Al Fatih.

Sementara itu, pengamat pasar modal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada menilai, kinerja saham-saham perbankan di kuartal ketiga ini akan kembali bangkit meskipun masih dibayangi risiko intermediasi yang belum optimal karena perpanjangan PPKM ber level Jawa-Bali.

“Likuiditas perbankan masih cukup besar, mereka berhati hati dalam menyalurkan kredit, penyaluran di tahun ini sudah mulai membaik, walaupun masih pelan-pelan,” katanya kepada CNBC Indonesia.

Salah satu bank yang dari sisi kinerjanya masih tumbuh sepanjang semester pertama ialah PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS). Pada paruh pertama tahun ini, bank bersandi BTPS ini tercatat membukukan perolehan laba bersih senilai Rp 770 miliar, naik 89% secara tahunan dan 5% secara kuartalan.

Menurut Reza, saham BTPS saat ini sudah meningkat dari level sebelumnya di harga Rp 2.540 per saham dan kini di harga Rp 3.340 per saham.

“BTPS dimungkinkan bisa ke Rp 4.000. Investor lebih cenderung melihat perkembangan prospek apa yang dikembangkan oleh BTPS,” katanya.