Media Sosial : Alat Penting Untuk Mempromosikan Bisnis Destinasi Wisata

SURABAYAONLINE.CO – Sebuah studi yang dilakukan oleh Sprout Social menjelaskan bahwa konsumen cenderung megikuti akun media sosial sebuah merek yang mereka sukai karena beberapa alasan, salah satunya ialah untuk mendapatkan informasi. Sejak awal ditemukannya, media sosial telah memberikan cara baru bagi individu, perusahaan atau organisasi untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Selain itu media sosial juga memiliki peran penting dalam konteks pariwisata bagi wisatawan maupun pengusaha pariwisata. Pelaku industri wisata harus mulai mengubah cara menjalin komunikasi dan interaksi dengan para wisatawan, agar pengalaman kunjungan wisata menjadi lebih berkesan, hal ini dipengaruhi oleh perkembangan media sosial.

Salah satu  aplikasi media sosial yang memiliki engagment tertinggi adalah Instagram, meskipun bukan media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak, rata-rata tingkat engagment Instagram sebesar 0,84%, lebih tinggi dibandingkan dengan Facebook. Instagram adalah sebuah aplikasi media sosial yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi visual, baik berupa foto atau vidio yang dilengkapi dengan caption. Tahun 2017 Instagram memiliki 800 juta pengguna dari seluruh dunia dan bertambah di tahun 2020 menjadi 1 miliar pengguna. Pengguna terbanyak jatuh kepada Negara Amerika Serikat, India, Brazil dan Indonesia masuk ke peringkat ke-4 di dunia.

Konten visual yang terdapat di media sosial dapat menjadi peluang bagi wisatawan untuk membagikan dan membicarakan pengalaman wisata mereka di sebuah destinasi, sehingga orang lain dapat membentuk citra atas destinasi wisata tersebut. Dengan kata lain, media sosial menyediakan peluang bagi banyak wisatawan untuk menjadi salah satu agen promosi suatu destinasi wisata dengan melakukan perbincangan, men-share pada suatu konten wisata yang diunggah. Namun juga dibutuhkan suatu strategi tertentu untuk mendapatkan perhatian pengguna media sosial di tengah banyaknya konten di media sosial.

Dalam konteks Industri Pariwisata, consumer engagment mampu membentuk respon kognitif dan perilaku konsumen terhadap suatu destinasi wisata yang pada akhirnya dapat mendorong niat berkunjung wisatawan. Karena alasan inilah, sangat penting bagi pemasar untuk merancang pesan yang akan dikomunikasikan melalui media sosial dengan hati-hati, agar dapat menghasilkan respon yang diharapkan.

Selain itu konten yang diunggah di media sosial juga visualnya harus indah dan memiliki estetika yang menarik, sehingga para wisatawan tertarik untuk berkunjung. (Windi)