Selalu Optimis di tengah Quarter Life Crisis

SURABAYAONLINE.CO – ada periode umur 18 hingga 30 tahun seseorang seringkali khawatir, bingung, galau dan merasa tidak memiliki arah. situasi demikian disebut sebagai Quarter Life Crisis (QLC).

Tak jarang, seseorang akan menghawatirkan sesuatu hingga pada akhirnya mengakibatkan depresi atau stres yang berkepanjangan. Akibatnya akan mengalami susah tidur, mudah khawatir dan menangis hingga paling buruknya adalah percobaan bunuh diri.

Namun kondisi Quarter Life Crisis wajar terjadi pada setiap orang. Sedangkan pemicu Quarter Life Crisis sangatlah beragam. mulai dari relationship, masalah pekerjaan, keuangan serta tentang impian dan lainnya.
Dalam mengatasi QLH dilansir melalui Alodokter, menurut dr. Meva Nareza ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi Quarter Life Crisis, diantaranya:

1. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan mulailah mencari tau apa yang sebenarnya diinginkan dalam hidup.

Tanamkan dalam pikiran, bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Yakinlah bahwa semua orang memiliki proses yang berbeda.

2. Self Love

Terjebak dalam QLC membuat seseorang mengabaikan kenikmatan dan kelebihan yang sebenarnya telah dimiliki. Jadi, mulailah bersyukur dengan apa yang telah dimiliki.
Sebelum mencapai tujuan hidup, mencintai diri sendiri menjadi sesuatu yang perlu dilakukan terlebih dahulu.

3. Merubah mimpi menjadi tindakan

Memiliki impian atau tujuan harus dimulai dengan tindakan, meskipun dimulai dengan tindakan kecil. Isi hari-hari dengan kegiatan positif untuk menemukan jawaban dari setiap keraguan.

4. Carilah orang-orang yang mendukung

Ketika berada dalam kondisi QLC, dekatilah orang-orang yang men support segala kegiatan positif yang dilakukan. Dengan begitu, akan membuat perasaan menjadi lebih baik dan tidak merasa sendirian dalam hidup. (Vega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *