Hunian Vertikal : Daya Tarik Baru Bagi Keluarga Muda

Catatan : Ir. Muhamad Rudiansyah

 

SURABAYAONLINE.CO – Pada era 1970-80 Kecamatan Rungkut, Surabaya bisa dibilang sebagai daerah “pinggiran”. Namun dalam perkembangan zaman, kini panggilan daerah “pinggiran” itu sudah lari menuju daerah lain seperti Menganti, Cerme (Gresik), serta Sidoarjo.

Dahulu masyarakat yang tinggal dan bekerja di Surabaya memilih membeli rumah di daerah pinggiran ini setelah mereka memiliki keluarga yang berkembang. Semakin lama, semakin jauh cakupan perluasan daerah ini. Era 70-80 an suatu keluarga beli rumah di Rungkut, era 1990-2000 an karena keluarga makin bertambah dan kebutuhan akan rumah makin besar/ luas dijuallah rumah tadi demi membeli rumah yang lebih banyak / luas di daerah Metro Surabaya (Gresik, Sidoarjo). Hal tersebut menjadi wajar karena keterjangkauan harga di pinggiran berbarengan dengan harga propeti di tengah kota yang semakin mahal.

Melebarnya penduduk yang menjamah lahan pinggiran ini menjadi problem baru. Ketika mereka bekerja di Surabaya, mereka akan menghabiskan waktu di perjalanan jika rumah mereka berada di luar Surabaya. Belum lagi ditambah dengan lambatnya pembangunan infrastruktur jalan di Surabaya dan sekitarnya menimbulkan kemacetan yang membuat banyak di antara pekerja ini menjadi kehilangan waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Serta efek polusi udara yang ditimbulkan kemacetan menjadi tidak sehat bagi kesehatan mereka.

Mengiyakan teori dalam rubrik Surabaya Future di edisi lalu (Minggu 22/8) bahwa sebuah studi di Amerika menyatakan bahwa 30-40% pendapatan masyarakat habis untuk biaya angsuran rumah dan transportasi. Hal tersebut juga pastinya terjadi di Indonesia.

Untuk mengantisipasi ini, masyarakat membutuhkan model hunian baru yang ada di pusat kota sehingga mereka bisa memangkas cost untuk transportasi. Dari sini developer properti melihat peluang yang begitu besar dalam bentuk hunian vertikal seperti rusun dan khsusunya apartemen.

Bagi masyarakat moderen misalnya, biaya kepemilikan apartemen yang jaraknya hanya kurang dari 10km sama dengan harga rumah di pinggiran yang jaraknya bisa 30-50km. Dari sini kedua belah pihak saling diuntungkan. Developer memenuhi kebutuhan masyarakat yang gaya hidupnya bergeser menjadi lebih praktis dan membutuhkan mobilitas yang tidak terlalu jauh dari tempat kerjanya sehingga memiliki lebih banyak waktu produktif yang bisa digunakan untuk berkumpul dengan keluarga.

Belum lagi dari sisi lingkungan, ada pressure yang cukup besar untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar dari fosil yang jumlahnya makin sedikit setiap tahunnya. Masyarakat mulai banyak yang tersadar dengan melakukan Bike to Work. Bersepeda menuju tempat kerja. Hal ini tentu didukung dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh.

Pergeseran lifestyle ini yang melandasi developer untuk membangun hunian vertikal tengah kota. Target pasar mereka tentu keluarga baru, keluarga muda yang lebih membutuhkan kepraktisan tanpa perlu repot-repot berkendara puluhan kilometer untuk bekerja. Keluarga yang belum membutuhkan hunian besar. Cukup dengan studio apartemen berisi satu kamar.

Pada perkembangannya nanti, keluarga muda ini juga akan memiliki keluarga yang bertumbuh. Mungkin suatu hari nanti apartemen studionya sudah tidak cukup lagi karena mereka memiliki seorang anak yang membutuhkan kamar sendiri. Dari sini para keluarga muda ini baru akan mulai memikirkan pilihan-pilihan lain seperti pindah ke apartemen yang lebih luas, atau jika mereka sudah bukan di usia produktif lagi mereka bisa mulai memikirkan opsi memiliki hunian rumah (landed house). Maka persoalan itu akan dibahas lain hari, ketika keluarga muda ini akan memasuki masa tidak produktif. Mungkin 20-30 tahun lagi. Saat itu tentunya perubahan lifestyle juga akan terjadi. Entah bagaimana hunian di masa mendatang, yang jelas hunian vertikal dengan seluruh daya tariknya menjadi pilihan yang sangat menarik untuk masyarakat yang baru membangun keluarga barunya sendiri.

 

Editor : Fahmi Alfian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *