Tepis Tudingan FKM, Panitia Pilkades Masalima: Mereka Tidak Bisa Menunjukkan DPS yang Dianggap Fiktif

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Masalima, Kacamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep menepis tudingan sekolompok masyarakat yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Masalembu (FKM), disalah satu media pemberitaan mengenai Daftar Pemilih Sementara yang sengaja di mark up oleh panitia

Menurut Wakil Ketua Panitia Pilkades Masalima Efendi mengatakan, Daftar Pemilih Sementara (DPS) merupakan bagian dari tahapan dalam Pilkades untuk menentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT), dan penetapan DPS mengacu kepada DPT pemilu terakhir yaitu Pilkada serentak 2020 yang lalu

Tentu kata dia, pasti ada yang perlu dilakukan perbaikan, pasalnya pada perkembangannya terdapat daftar pemilih yang memiliki hak suara pada sebelumnya sudah meninggal dunia dan harus ada penambahan daftar pemilih. DPS sebagai tahapan Pilkades merupakan saluran yang disediakan oleh prosedur untuk melakukan perbaikan sebelum menetapkan DPT, agar semua hak masyarakat dapat tersalurkan

Seharusnya kata Efendi, FKM menunjukkan data dalam bentuk laporan terkait ketidak sinkronan data pemilih didalam DPS, supaya pihak panitia dapat memperbaiki apalagi klaimnya klaim sebesar 500 pemilih yang dianggap fiktif. Bukan justru membangun opini namun tidak mampu menunjukkan data yang harus diperbaiki

“Mereka tidak mampu menunjukkan data keseluruhan yang dianggap fiktif hanya beberapa saja,” katanya melalui saluran telfon. Selasa 08/06/2021

Bahkan nama-nama tersebut setelah dilakukan verifikasi faktual, ternyata hanya sedang tidak dirumah dan secara data kependudukan memang warga Desa Masalima. Dalam tuntutannya FKM meminta nama yang dianggap fiktif untuk dikeluarkan dari daftar pemilih

“Beberapa nama yang mereka anggap fiktif setelah di cek ternyata orangnya berangkat, ” urainya

Pihaknya mengaku secara aturan tidak mungkin mengeluarkan yang bersangkutan dari daftar pemilih. Dikarenakan, dapat memotong hak politik warga negara dan hal itu merupakan pelanggaran serius, ditambah lagi pihaknya, khawatir pada saat menjelang Pilkades yang bersangkutan kembali ke Masalembu

“Ya kami tidak berani mencoret, karena secara data lengkap, hanya sedang berangkat saja,” tandasnya

Efendi juga menyampaikan, saat ini proses tahapan sudah masuk kedalam tahapan penambahan daftar pemilih pemula. Pihaknya juga memastikan bekerja sesuai dengan Undang-undang, dan dalam menjalankan fungsi, kewenangannya panitia Pilkades diawasi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

“Kan ada pengawasan dari BPD dalam pelaksanaannya,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya meminta kepada semua masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap opini DPT fiktif yang sedang dibangun, karena hanya dapat mengganggu proses demokrasi. Ia kemudian menyarankan agar masyarakat yang tidak terdaftar secara langsung datang ke kantor kepanitian dan tidak menyerahkan kepada tim sukses Bacakades tertentu, supaya tidak dikapitalisasi untuk kepentingan pribadi

“Bagi masyarakat yang tidak terdaftar, harap segera konfirmasi kepada panitia,” harapnya. TH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *