Indikasi Percaloan Penggurusan SIM Kolektif SMAN 4 Kota Malang

SURABAYAONLINE.CO, Malang (Jatim) – Surat Ijin Mengemudi (SIM) merupakan syarat utama bagi setiap pengendara kendaraan namun untuk memperoleh surat kendaraan tersebut tidak mudah karena harus melalui beberapa tes berkendara dan melihat dari aturan yang berlaku disebutkan bahwa menurut prosedur dalam pembuatan SIM dalam peraturan pemerintah RI nomer 60 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada kepolisian negara republik indonesia dalam hal ini pembuatan SIM baru sebesar 120 ribu untuk SIM A dan 100 ribu untuk SIM C dan tambahan tes kesehatan 25 ribu.

Namun ada temuan menarik perihal penggurusan SIM yang kami temui dikota Malang dari salah satu institusi pendidikan tepatnya SMAN 4 ada sistem penggurusan SIM dengan model kolektif dan tanpa tes dengan biaya penggurusan sebesar 750 ribu rupiah untuk SIM C dan 800 ribu rupiah untuk SIM A.

Humas SMAN 4, Doni Andri Setiawan kepada media (29/05/2021) mengatakan,
“Bahwa penggurusan SIM ini dilatar belakangi sejak pemberlakuan setiap anak yang membawa kendaraan tidak bisa parkir di dalam area sekolah apabila tidak memiliki SIM sekitar tahun 2013.”

Tapi untuk menggurus SIM tidak mudah karena memang harus melewati berbagai tes tapi melalui salah satu alumni SMAN 4 yang bekerja di kantor SIM kota Malang mereka bisa membantu mengguruskan SIM dengan biaya Rp 750 ribu untuk SIM C dan SIM A Rp800 ribu biaya itu murah bahkan tidak hanya wali murid dan keluarga besar SMAN 4 saja yang tertarik mengikuti program tersebut namun juga orang luar” paparnya

Lanjutnya”mereka yang berminat memang menghubungi humas tapi kalau mereka mau ngurus datang langsung ke kantor SIM jalan Dr.Cipto kota Malang dan menyampaikan dari SMAN 4 maka sudah akan ada yang mengguruskan oknum alumni tersebut.

Disindir prihal harga tersebut merupakan biaya calo dia mengatakan bahwa dibanding harus melalui tes yang berkali-kali belum tentu bisa lolos maka hal tersebut merupakan biaya yang sangat murah. Dia juga berkilah program ini sudah dihentikan sejak teman-teman media mengklarifikasi masalah ini ke pihaknya.

Sementara Kasat Lantas Polresta Malang AKP.Yoppy Anggi Krishna,S.Kom,S.I.K,M.H melalui sambungam telepon menegaskan bahwa “Pihak Polresta tidak pernah bekerjasama dengan pihak manapun terkait penggurusan SIM apalagi dengan sistem dan model seperti itu” tegasnya.
(Hermin/Red)