Demonstrasi Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Sumenep Berujung Ricuh

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Demonstrasi sejumlah mahasiswa yang tergabung kedalam Forum Mahasiwa Kangayan (Formaka) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berujung ricuh

Pada awalnya aksi demonstrasi yang digelar sekira pukul 10.30 Wib waktu setempat ini, berlangsung damai mahasiwa bergantian menyampaikan aspirasi berkaitan dengan pemerataan listrik di Kecamatan Kangayan, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep. Bahkan perwakilan legislatif dan pihak PLN sempat menemui mahasiswa untuk berdiskusi terkait tuntutan massa aksi

Namun menjelang aksi berakhir, kericuhan atau gesekan kecil mulai terjadi yang tidak jelas asal muasalnya. Menurut Kordinator Aksi Rahman mengaku, ada beberapa anggota aksi yang mengalami pemukulan oleh pihak keamanan, “ada yang jatuh hingga saat inipun belum sadar, pingsan,” katanya. Selasa 16/03/2021

Meski demikian kericuhan tidak berlangsung lama, karena kedua belapihak saling berusaha menahan. Kendati titik aksi sempat bergeser dari gerbang selatan ke depan gedung DPRD Sumenep akibat kericuhan

Dikonfirmasi terkait hasil diskusi dengan pihak-pihak terkait, Rahman mengaku belum puas dengan jawaban yang diberikan. Ditambah lagi baik DPRD maupun PLN terkesan terburu-buru mengakhiri dialog bersama massa demonstrasi

“Kita merasa kecewa, dikarenakan kita belum selesai berdiakusi sudah ditinggalakan,” jelasnya

Lebih lanjut, Rahman mengatakan masih ada beberapa hal yang belum tersampaikan saat dialog dengan perwakilan legislatif dan PLN diantaranya, situasi masyarakat tiga desa di Kepulauan Kangean yang hingga kini belum menikmati terangnya listrik sebagai wujud hadirnya negara. Tigas desa tersebut yaitu, Desa Batuputih, Desa Tembayangan, dan Desa Cangkaraman

“Sampai sekarang tak kunjung diselesaikan sekalipun tiang-tiang sudah dipancang,” tandasnya

Situasi tersebut, dari hasil observasi mahasiswa menyebabkan kecemburuan sosial di masyarakat antar desa. Untuk itu   Rahman meminta pihak PLN segera merealisasikan listrik di tiga desa tersebut. Selain itu ia juga meminta DPRD khususnya yang berasal dari daerah pemilihan Kepulauan Kangean untuk melakukan pengawalan sesuai janji politik saat kampanye. Ia juga menegaskan apabila pemerataan listrik tidak segera direalisasikan oleh pemerintah, pihaknya tidak akan segan memobilisasi lebih banyak masyarakat kepulauan

“DPRD Harus mengawal listrik dikepulauan secara khusus, serta berkirim surat kepada ekskutid agar listrik segera terealisasi maksimal dan merata. Evaluasi kinerja PLN rayon kangean untuk tidak melakukan pungli, Transparansi biaya sesuai juknis,” tegasnya. Thofu