Warga Sumurgeneng Tuban Terima Uang Ganti Rugi dari Pertamina Ada yang Mencapai 26 Miliar per orang

Surabayaonline.co | Tuban – Sepekan belakangan ini netizen dihebohkan video viral warga Tuban ramai-ramai membeli mobil. Ini tak mengherankan karena memang warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban ini mendadak kaya lantaran baru saja mendapatkan ganti rugi atas tanahnya yang digunakan Pertamina.

Pertamina menghargai tanah warga dengan harga Rp600-800 ribu per meter persegi. Sehingga nominal yang didapatkan pemilik tanah dari warga di sana bervariasi, mulai dari Rp36 juta hingga Rp26 miliar.

“Iya, video yang viral itu memang sedang membeli mobil bersamaan, sebanyak 17 unit,” ujar Kades Sumurgeneng, Sugihanto kepada wartawan.

Hingga sekarang menurut Kades Sugihanto untuk pembelian mobil terkait penerimaan ganti rugi Pertamina di desanya sudah mencapai 180 unit mobil baru.

Tekait penerimaan uang ganti rugi dari Pertamina yang dinilai besar, Sugihanto mengaku khawatir, mengingat warganya yang rata-rata petani tulen yang kurang memaham perbankan.

“Saya khawatir, banyak warga yang belum tahu terkait pengambilan uang, transfer dll. Saya sudah menghimbau agar warga langsung menemui kepa Unit Bank,” ujarnya

Pertamina juga telah melakukan edukasi kepada warga yang menerima uang ganti rugi. “Warga juga sudah diedukasi oleh pihak Pertamina setelah menerima uang, pemanfaatan uang dll,” ujarnya.

Sugihanto menjelaskan sejumlah warganya setelah menerima uang ada yang membeli tanah lagi, ada yang beli mobil, merehap rumah, depositu serta usaha, tapi jumlahnya kecil.

Gihanto menjelaskan, warganya membeli mobil bukan untuk pamer, tapi karena kebutuhan.

“Memang kebutuhan dari penerima. Sekian banyak, ada yang belum punya mobil. Ada juga yang sudah punya. Untuk bepergian satu keluarga. Ada yang pick up untuk bekerja juga,” kata dia.

Uang untuk membeli mobil-mobil tersebut berasal dari hasil pembebasan lahan oleh PT. Pertamina. Luas lahan yang dibebaskan mencapai 225 hektare dengan jumlah pemilik juga 225 orang.

Menurut Gihanto, proses pembebasan tanah hanya membutuhkan waktu setahun.

PT Pertamina juga sudah memberikan edukasi mengelola keuangan dan investasi kepada warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. (*/ss)