Pelanggaran Aturan Covid 19 di Depan Mata, Komitmen Pemkot Malang Jadi Pertanyaan

SURABAYAONLINE.CO, Malang (Jatim) – Menjelang masa pemberlakuan PSBB Jawa – Bali oleh pemerintah pusat pada 11 januari 2021 dan aturan jam malam yang berlaku di kota Malang sejak 29/12/2020 hingga 8/01/2021 temuan pelanggaran aturan masih ditemukan. Salah satunya adalah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu cafe yang ada di kota Malang.

Dalam unggahan warga kota Malang yang bernama Danny melalui medsos terlihat bahwa cafe Astep Bisro Terrance jalan Puncak,Oro oro dowo kecamatan Klojen kota Malang masih ramai pengunjung bahkan mereka terlihat saling duduk berdekatan dan tidak menggunakan masker sebagai alat pelindung diri.

Dalam keterangannya Danny sebagai penggungah video dan foto suasana cafe Astep tadi malam jam 23.55 Wib yang kami hubungi melalui pesan WA (8/01/2021) mengatakan, “Yang jelas pemkot kurang tegas untuk pemberlakuan jam malam kesannya tebang pilih karena jam malam tidak berlaku untuk cafe -cafe tertentu contohnya Astep bahkan mereka tidak mengantongi ijin Minol (Minuman Beralkohol) tapi justru menjual minuman beralkohol kadar tinggi. Mereka beroperasi sudah cukup lama tapi terkesan pembiaran,” ungkapnya

Sementara menurut kepala Disporapar Ida Ayu Made Wahyuni menyatakan “Untuk cafe resto,tempat makan sampai jam 21.00 Wib, makan di tempat
50 % dari kapasitas, ini isi surat edarannya kalau melebihi batas waktu atau pelanggaran yang menindak satpol” paparnya.

Keterangan hampir senada ditemukan dari Kasatpol PP kota Malang Priyadi dan Kepala Humas Pemkot Malang Muhammad Nur Widianto
Menurut Kasatpol PP kota Malang Priyadi mengatakan “Terkait cafe Astep yang buka melebihi jam malam kami akan beri tindakan tegas sesuai SOP tindakan yang diambil adalah teguran lisan,tertulis sampai penyegelan.
terkait patroli tetap ditindak lanjuti sekaligus aturan Prokes harus dipenuhi.
pada malam tahun baru kemarin sudah dilakukan Opsgab (Operasi Gabungan) dan pengunjung Astep dibubarkan malam nanti (hari ini/red) akan ditindak lanjuti”

Disisi lain dari Kepala humas Pemkot Malang Muhammad Nur Widianto atau akrab dipanggil pak Wit ini terungkap bahwa pelanggaran cafe Astep ini adalah temuan pelanggaran kedua yang telah mereka lakukan setelah sebelumnya cafe ini sudah pernah masuk dalam B.A.P

“Ini cafe sudah pernah kita B.A.P sebelumnya laporan ini akan segera kami alirkan ke jajaran dari B.A.P yang pertama bersifat teguran dan untuk pelanggaran atas SE (Surat Edaran) Gubernur sangsinya diatur dalam Perda Pemprov terkait Tibum berupa denda adminstrasi kalau sampai lebih dari 3 kali pelanggaran pada kasus yang sama maka akan di ambil tindakan penyegelan dan pencabutan ijin usaha.”

Terkait dengan dengan perpanjangan jam malam sampai hari ini belum dikeluarkan kembali SE perpanjangan dari gubernur sehingga secara otomatis pemberlakuan SE berakhir hari ini.

Hanya kemarin sudah keluar Inmedagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) yang mengatur jam buka usaha yakni pukul 19.00 wib hari ini akan kita rapatkan dengan Gubernur dan Pemprov Jatim usulan Malang raya untuk tempat usaha bisa tutup antara jam 20.00 Wib atau jam 21.00 Wib.

Kalau kembali pada kasus temuan pelanggar aturan memang diakui ada keterbatasan tim pemantau pelaksanaan aturan covid 19 sehingga laporan warga yang jadi penunjang jadi kalau misalkan ditemukan tindakan pelanggaran warga bisa langsung memberi info dan laporan pada waktu dan hari itu juga sehingga jajaran bisa melakukan tindakan saat itu juga dengan bukti lapangan”pungkasnya
(Hermin/Red)