Perbedaan Pemain Jepang dan Indonesia Menurut Tony Gunawan

SURABAYAONLINE.CO-Hans Kristian Vittinghus memiliki juara Olimpiade Sydney Tony Gunawan sebagai tamu di saluran podcast bulan lalu. Selama podcast yang berlangsung sekitar 48 menit ini banyak sekali hal-hal yang berwawasan yang dibahas.

Tony Gunawan adalah mantan pemain bulu tangkis Indonesia yang telah pindah ke Amerika Serikat dan masih aktif di bidang olah raga sebagai pelatih. Ia terkenal karena memenangkan gelar juara dunia ganda putra dengan dua mitra berbeda dan mewakili dua negara berbeda (2001, Indonesia dan 2005, AS).

Selain bermain dan melatih di AS, ia juga melatih klub Tonami Jepang yang menampilkan pemain seperti Takeshi Kamura, Keigo Sonoda, Takuro Hoki, Yugo Kobayashi, dan lainnya.

Dalam podcast tersebut, ketika ditanya tentang perbedaan gaya ganda putra masa kini dan masa lalu, Gunawan menjawab, “Menurut saya saat ini perubahan terbesar adalah (bahwa) ganda putra lebih fokus menyerang, kecepatan sedikit lebih cepat… Sebelumnya ( di masa lalu) jika ada masalah saya hanya bertahan dulu. Sekarang memaksa Anda untuk melakukan serangan balik. ”

Gunawan juga memberikan pandangannya tentang pasangan ganda teratas dunia saat ini, “Marcus (Gideon) / Kevin (Sanjaya Sukamuljo) memiliki reflek yang sangat cepat. (Mohammad) Ahsan / Hendra (Setiawan) bermain taktis dan mudah dilihat, tidak menyerang kapan saja tetapi mereka bertahan untuk melakukan serangan balik. Selain itu, Goh (V Shem) / Tan (Wee Kiong) juga menyenangkan untuk ditonton. ”

Vittinghus juga menanyakan perbedaan utama gaya bermain antara pemain ganda Indonesia dan Jepang karena Gunawan memiliki pengalaman melatih di klub-klub Jepang. Ia menjawab, “Menurut saya pemain Indonesia lebih kreatif, berani melakukan kesalahan. Sedangkan pemain Jepang lebih takut melakukan kesalahan, sehingga mereka bermain dengan lebih cepat dan bertenaga. Mereka perlu bermain lebih kreatif. Tapi etos kerja (pemain Jepang) mereka adalah salah satu yang terbaik. “(*)