Pasien Positif Covid Tetap Memiliki Hak Politik Untuk Memilih di Pilkada Sumenep 2020

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur memastikan pasien positif Covid-19 tetap memiliki hak pilih pada pagelaran pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep.

Dalam pengaturan teknis nantinya petugas Kelompok Penyelenggara Pemengutan Suara (KPPS), akan mendatangi pasien positif Covid-19 dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta di dampingi oleh saksi dan pengawas.

“Petugas KPPS akan mendatangi pasien covid-19 dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap didamping oleh saksi dan pengawas,” terangnya

Disamping itu KPU Sumenep juga menghimbau kepada seluruh pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar mematuhi protokol kesehatan. Selain itu ia juga memastikan kalau seluruh petugas di tingkatan TPS sudah dilakukan rapid test. Hal ini tentu diakui Rafiqi Tanzil sebagai upaya untuk mencegah munculnya klaster pilkada.

“Jadi jangan hawatir, di TPS kita juga menetapkan terkait pencegahan itu, termasuk juga petugas di TPS sudah kita lakukan rapid test,” pungkasnya.

Disinggung mengenai penerapan protokol kesehatan di mana harus didukung dengan kelengkapan alat kesehatan. Rafiqi Tanzil memastikan bahwa semua Alkes sudah tersistribusikan ke seluruh daerah baik daratan maupun kepulauan. Tinggal menunggu untuk didistribusikan ke setiap TPS

“Tinggal nanti didistribusikan ke TPS. Kita kan sudah menggunakan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan KPU RI terkait upaya penanggulangan penyebaran covid-19,” kata Rafiqi kepada SurabayaOnline.co melalui saluran telephonenya, Sabtu 05 Desember 2020

KPU Sumenep juga menghimbau kepada petugas untuk membuat jadwal pencoblosan secara ketat agar tidak terjadi kerumunan di lokasi TPS. Tak lupa Rafiqi juga meminta, masyarakat ketika nantinya sudah mencoblos agar tidak berkerumun. “Harus pulang, agar tidak berkerumun di TPS, petugas sudah mengatur kapan jam datang ke TPS dan pulangnya,” pintanya.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Sumenep, And. Rahem menegaskan bahwa pengawasan protokol kesehatan menjadi catatan khusus kepada penyelenggara Pemilu. Pihaknya juga mengaku sudah memperingatkan dengan tegas sejak awal kepada penyelanggara untuk tetap patuhi protokol kesehatan.

“Sesuai dengan PKPU soal pilkada harus sesuai dengan peraturan baru soal pengendalian covid-19,” tegas Abd Rahem.

Bahkan bukan saja penyelaggara, pengawas juga di semua tinggakatan harus betul-betul memahami soal prokes. Hal ini dilakukan untuk menghindari klaster pilkada. Ia mengaku, kalau prokes sudah disampaikan kepada pengawas di bawahnya pada saat bimbingan teknis.

“Salah satu penekanan pada saat bimtek kepada PTPS selain mengawasi mulai awal kampanye hingga pelaksanaan adalah mematuhi prokes,” terangnya.

“Kita berharap pilkada Sumenep berjalan dengan jurdil namun hal penting yang perlu diingat adalah aturan pilkada harus sesuai dengan protokol kesehatan,”pungkasnya.

Untuk diketahui, Jumlah TPS pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2020 berjumlah 2500 TPS yang tersebar di 334 Desa. Sedangkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terdapat 822.320 dengan rincian pemilih laki-laki 388.634 dan perempuan 433.686.

Sedangkan untuk pasukan pengamanan Pilkada serentak 2020, Polres Sumenep terjunkan sebanyak 893 personel yang dibantu oleh jajaral Polres di kabupaten lain nya di Madura. (Thofu)