Demo Tunggal, FKMS: Pemerintah Abai Terhadap Pencemaran Pantai

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep- Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) melakukan demo tunggal sambil telanjang, di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep. Selasa 24/11/2020

Keberanian FKMS melakukan aksi tunggal dengan telanjang ini, bukan tanpa alasan pasalnya menurut Abdul Mahmdud yang melakukan aksi ini merupakan bentuk respon atas ketidak jelasan Dinas Lingkungan Hidup yang sudah 15 hari, belum mengeluarkan dan menginformasikan kepada publik hasil uji laboratorium air limbah tambak udang yang mencemari pantai wisata lombang.

Ia juga menilai pemerintah lambat dan abai terhadap pencemaran pantai tersebut. Karena sudah sejak lama FKMS meminta pemerintah sumenep menindak dengan tegas pengrusakan lingkungan dan pencemaran yang di lakukan oleh pengusaha tambak.

“Mereka abai, mereka abai terhadap kondisi pantai yang dicemari limbah,” tegas, koordinator aksi, Abdul Mahmud, Selasa, (24/11/2020).

Selang beberapa waktu pendemo tunggal Abdul Mahmud, masuk ke dala halam kantor DLH Kabupaten Sumenep, setibanya pendemo langsung ditemui Kepala Bidang (Kabid)  Limbah serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Agus Salam, karena Plt. DLH, masih ada diluar kota (jojga).

Abdul Mahmud juga mengatakan dari hasil komitmen aksi demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, pada tanggal 9 November lalu, pihak DLH berjanji akan menyampaikan dan memperlihatkan hasil lab selama lima belas hari. Namun sampai saat ini hasil lab tersebut belum juga dirilis ke publik.

“Ini sudah hasil komitmen bersama saar aksi demonstrasi pada 09 November tang lalu, pihak DLH Berjanji akan menyampaikan hasil Lab selama 15 hari kerja,” terangnya

Namun, Kepala Bidang (Kabid)
Limbah serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Agus Salam, menanyakan kepada Plt DLH melalui saluran telfon terkait dengan permintaan pendemo ihwal hasil lab, dalam pernyataan nya di saluran telfon tersebut. Plt DLH Kabupaten Sumenep beralibi bahwa hasil dari uji lab tidak bisa disampaikan kepada publik dan ia mengaku sudah disampaikan kepada tim Kabupaten.

“Katanya di awal akan disampaikan secara terbuka, malah ditutupi dan tidak disebar luaskan, dengan alasan rahasia,” tegas, abdul sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kabid Limbah serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Agus Salam, menjelaskan bahwa sudah ada regulasi dari kementrian hidup, dalam aturan tersebut hasil Lab tidak bisa disampaikan secara umum.

“Sesuai dengan Permen Nomor 23, Tahun 2020,” paparnya.

Menurutnya, mengenai uji lab, masih belum diketahui secara jelas, pencemaran tersebut berasa dari limbah tambak udang, bisa jadi faktor lain.

“Saya tidak tau ngambil sampelnya di mana,” tutupnya. (Thofu)