Cerita Pekerja Seni 9 Bulan Tidak Bergoyang, Hidup dari Meminjam

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep-Seorang pekerja bernama Mega yang ikut dalam aksi demonstrasi Gerakan pekerja dan penata seni Sumenep (Gerpas), Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, mengaku sudah 9 Bulan lamanya tidak bekerja sejak pelarangan izin hiburan. Rabu (11/11/2020).

Akibatnya ia mengaku untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama ini, dengan meminjam hal itu ia lakukan demi terus menyambung hidup dirinya dan keluarga. Karena berdasarkan pengakuan nya selama ini sumber pendapatan nya hanya bergantung terhadap industri hiburan.

“Harapan saya cepat dibuka mas lapangan kita untuk bekerja. Kalau kayak gini kan apa untuk menghidupi keluarga kita,” harapnya

Maka ia meminta keadilan kepada para pemangku kepentingan di Kabupaten Sumenep. Padahal menurutnya semua Cafe atau tempat tongkrongan di daerah tersebut sudah beroprasi kembali. Ia mempertanyakan, kenapa hanya industri hiburan yang menjadi sumber pendapatan pekerja seni yang tidak di perbolehkan.

“Kalau hiburan ditutup, kenapa kafe-kafe dibuka. Ya pengennya rasa keadilan itu tetap diberlakukan,” ujar biduan cantik asal Kota Gresik tersebut.

Ditanya terkait dengan bantuan untuk terdampak pandemi Covid-19, Mega mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan cuma-cuma dari pemerintah baik dari pusat atau daerah selama ini hanya di suruh mengumpulkan dokumen saja, tapi bantuan tak kunjung ia dapat

“Gak ada, khusus penyanyi tidak ada ini mas. Cuma di suruh mengumpulkan syarat-syarat saja, tapi sampai sekarang tidak bantuan yang saya dapatkan. Cuma PHP Saja,” tandasanya

Jawaban Pemkab

Secari terpisah Bupati Sumenep, melalui Plt Asisten III Pemkab Sumenep, Agus Dwi Saputra menyampaikan bahwa keputusan apakah diizinkan kembali menggelar hiburan atau tidak, termasuk yang berkaitan dengan pengaturan teknisnya, akan diputuskan lewat rapat paripurna dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep

“Jadi semua akan dipimpin oleh ketua Satgas Covid-19. jadi semua bupati dan seluruh Forpimda serta masukan dari dinas-dinas besok diizinkan atau tidak, termasuk soal teknisnya,” tegas Agus saat ditemu media, Rabu 11 November 2020 di kantor pemkab.

Disinggung terkait klaim pendemo yang di sampaikan oleh perwakilan pendemo sesaat setelah bertemu Pemkab, yang menyatakan bahwa besok keputusan pencabutan larangan menggelar hiburan akan dicabut jam empat sore. pihaknya mengatakan dengan tegas bahwa hal itu belum diputuskan.

“Kalau telegram dari Kapolri, jelas tidak diperbolehkan. Tetapi kalau kearifan lokal, ayolah sama-sama hati nurani dipakai. Makanya besok akan diputuskan di tim Satgas biar semuanya memikirkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Agus menegaskan bahwa hal itu merupakan klaim sepihak dari pendemo. Karena menurutnya, kesepakatan hasil pertemuan antara Pemerintah dan perwakilan massa aksi belum di putuskan.

“Kalau saya jelas tegas, besok baru ada keputusan diizinkan atau tidak,” Lanjutnya dengan Tegas. (Thofu)