Lika-liku Perjalanan Lahan EV 11404 (2)

SURABAYAONLINE.CO-Membahas lahan EV 11404 yang kini dibangun gedung PDAM Surya Sembada, memang banyak ditemukan hal-hal melanggar hukum. Ini bisa ditelisik dari perjalanan jual belinya hingga kemudian perjuangan ahli waris untuk memperoleh hak mereka.

Saat gelar di Satgas Saberpungli Kemenko Polhukam pada 31 Januari 2019 yang dihadiri oleh wakil Pemkot Surabaya, PDAM Surabaya, kejaksaan negeri (pengacara negara), BPN, perwakilan ahli waris juga PT SG. Saat itu PT SG yang diwakili oleh pengacara Sudiman Sidabuke mengatakan menerima penyerahan dari intitusi tertentu.

Nah, di sini terjadi keanehan karena ada proses tukar guling antara PT SG yang membangun asrama di lahan EV 11404. Seharusnya yang diserah terimakan hanya bangunan itu bukan beserta lahannya. Kalaupun ada melakukan tukar guling buktinya seperti apa?

Ditambah lagi, keluarga Soeradji tak pernah menjual belikan lahan EV 11404 kepada pihak manapun. Karena bagaimana bisa menjual, karena pada saat peristiwa tukar guling dan kemudian muncuk sertifikat HGB pada 1983 lahan itu masih disengketakan oleh keluarga.

Namun sampai hari ini PT SG tidak pernah menunjukkan ada bukti-bukti otentik yang sah dan meyakinkan terkait dari mana PT SG memperoleh lahan seluas 21,297 m2 itu.(Mariyadi SH MH)